SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi dengan Metode 722

Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi dengan Metode 722

Ilustrasi garam. (Freepik/Stockking)

Suara Kalbar – Para ahli jantung merekomendasikan prinsip diet “Tiga kurang, Dua lebih” dan aturan pemantauan mandiri “722” untuk membantu pasien hipertensi menstabilkan tekanan darah di rumah. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko komplikasi serius seperti strok dan penyakit kardiovaskular.

Tim ahli jantung dari Rumah Sakit Tzu Chi Da Lin Taiwan menekankan bahwa pengelolaan gaya hidup dan pola makan memiliki peran setara dengan pengobatan medis. Detail kecil dalam keseharian dapat membantu pasien menjaga angka tensi tetap berada di batas aman.

Ahli gizi Vietnam Truong Nha Phuong membagikan rincian prinsip diet tersebut. “Tiga Kurang” meliputi pengurangan rempah-rempah (garam), makanan olahan, serta minyak dan lemak. Sementara “Dua Lebih” fokus pada konsumsi buah dan sayuran segar serta asupan serat yang melimpah.

“Sangat penting untuk mengonsumsi buah secara langsung daripada dijus guna menghindari penyerapan gula berlebih. Batasi porsi buah sebanyak dua kepalan tangan per hari untuk menjaga kadar gula darah dan berat badan,” jelas Truong.

Pasien juga diperingatkan untuk waspada terhadap “natrium tersembunyi” dalam kaldu sup, kecap, dan saus olahan saat makan di luar. Strategi terbaik adalah mengonsumsi makanan padat tanpa meminum kuahnya serta menggunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, dan lemon sebagai penambah rasa.

Selain diet, Dr Tran Ky Tri selaku spesialis jantung memperkenalkan aturan “722” untuk akurasi pengukuran tensi. Aturan ini meliputi pengukuran selama 7 hari berturut-turut, dilakukan 2 kali sehari (bangun dan sebelum tidur), dengan 2 kali pengukuran di setiap sesi (jeda 1 menit) untuk diambil rata-ratanya.

Metode pengukuran mandiri di rumah dianggap lebih akurat dibandingkan di klinik karena menghindari white coat syndrome atau sindrom jas putih. Kondisi ini sering membuat tekanan darah pasien melonjak tiba-tiba karena merasa cemas saat berhadapan dengan petugas medis.

Target pengendalian tekanan darah saat ini juga telah diperketat dari 140/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Intervensi dini dan kepatuhan minum obat sesuai petunjuk dokter menjadi kunci utama untuk mencegah efek domino kesehatan seperti gagal ginjal dan retinopati.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan