SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Berapa Lama Telur Rebus Tahan di Kulkas? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berapa Lama Telur Rebus Tahan di Kulkas? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi telur ayam. (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Telur rebus hanya dapat disimpan di lemari es selama sekitar satu minggu, sedangkan telur mentah dalam cangkang bisa bertahan lebih lama jika disimpan dengan benar. Pemahaman tentang cara penyimpanan yang tepat penting untuk menjaga keamanan pangan dan mencegah keracunan.

Dikutip dari Healthline, telur merupakan bahan makanan serbaguna yang sering dikonsumsi sehari-hari. Namun, kesalahan dalam penyimpanan atau mengenali telur busuk dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Mengapa telur bisa busuk?

Telur dapat rusak akibat kontaminasi bakteri, terutama Salmonella, yang menjadi penyebab umum keracunan makanan. Dalam kondisi alami, cangkang telur memiliki lapisan pelindung yang membantu mencegah bakteri masuk.

Lapisan ini bisa hilang saat telur dicuci atau direbus. Seiring waktu, kualitas telur juga menurun karena kehilangan air dan udara melalui pori-pori cangkang.

Akibatnya, kantung udara di dalam telur membesar. Putih telur (albumin) menjadi lebih encer, sementara kuning telur kehilangan elastisitasnya.

Waktu penyimpanan telur

Masa simpan telur sangat bergantung pada kondisi penyimpanan. Telur rebus, baik yang masih bercangkang maupun yang sudah dikupas, dapat disimpan di lemari es hingga satu minggu.

Namun, telur harus segera didinginkan dan dimasukkan ke dalam lemari es maksimal dua jam setelah direbus. Tanpa langkah ini, risiko pertumbuhan bakteri akan meningkat.

Telur rebus memiliki masa simpan lebih pendek dibanding telur mentah karena lapisan pelindungnya telah rusak selama proses pemasakan.

Cara menyimpan telur yang benar

Pendinginan menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas telur. Suhu di bawah 4 derajat celsius efektif memperlambat pertumbuhan bakteri.

Telur sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau karton aslinya di bagian dalam lemari es, bukan di pintu. Hal ini karena suhu di pintu lebih mudah berubah akibat sering dibuka-tutup.

Untuk telur rebus, sebaiknya tetap disimpan dalam cangkangnya hingga akan dikonsumsi. Cara ini membantu menjaga kelembapan dan mencegah kontaminasi.

Jika sudah dikupas, telur perlu disimpan dalam wadah kedap udara. Anda juga dapat menambahkan tisu dapur lembap untuk mencegah telur mengering.

Telur rebus tidak disarankan dibiarkan lama pada suhu ruang atau dibekukan, karena dapat merusak tekstur dan membuatnya sulit dikonsumsi.

Cara mengenali telur busuk

Cara paling mudah adalah dengan mencium aromanya. Telur busuk biasanya mengeluarkan bau belerang yang menyengat.

Selain itu, perhatikan kondisi cangkang. Jika retak, berlendir, atau berjamur, telur sebaiknya tidak digunakan.

Pada telur rebus, cangkang yang terasa licin atau berwarna tidak normal juga bisa menjadi tanda pembusukan.

Metode lain yang umum digunakan adalah uji air. Telur segar akan tenggelam dan berada di posisi horizontal di dasar wadah.

Jika telur berdiri tegak atau sedikit miring, artinya sudah tidak segar tetapi masih bisa dikonsumsi. Sementara itu, telur yang mengapung sebaiknya dibuang karena sudah tidak layak makan.

Perubahan warna kuning telur menjadi hijau keabu-abuan sering menimbulkan kekhawatiran. Namun, kondisi ini disebabkan reaksi kimia akibat perebusan terlalu lama dan bukan tanda telur busuk.

Tips keamanan saat mengonsumsi telur

Meski terlihat normal, telur tetap berpotensi mengandung bakteri. Oleh karena itu, pastikan telur dimasak hingga matang sempurna.

Hal ini penting bagi anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Selain itu, jangan hanya mengandalkan tanggal kedaluwarsa. Jika terdapat tanda-tanda tidak biasa, lebih aman untuk membuang telur tersebut.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play