AMPC Gandeng Shinse Acong, Hadirkan Layanan Pengobatan Tradisional untuk Warga Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Komunitas Sosial Anak Mempawah Punya Cerita (AMPC) menghadirkan layanan kesehatan alternatif bagi masyarakat dengan menggandeng praktisi pengobatan tradisional Tionghoa asal Medan, Shinse Acong.
Kegiatan pelayanan pengobatan tradisional ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 19 April 2026.
Layanan dipusatkan di Posko AMPC Mempawah yang berlokasi di Jalan Daeng Manambon (belakang Dinas PUPR Mempawah), setiap hari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.
Ketua AMPC Mempawah, Adi Cong, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna mendapatkan pelayanan kesehatan melalui terapi tradisional yang diberikan oleh Shinse Acong.
“Apalagi ini pertama kali ada shinse pengobatan tradisional yang dihadirkan di Kota Mempawah. Jadi kami berharap dapat dimanfaatkan masyarakat sebaik mungkin,” imbuhnya
Shinse Acong dikenal sebagai praktisi pengobatan tradisional yang telah berpengalaman memberikan layanan di berbagai daerah, seperti Jakarta, Aceh, Medan, Palembang, Padang, Pekanbaru, Surabaya, Bali, hingga Batam.
Sementara kunjungannya ke Kalimantan Barat kali ini diawali dari Mempawah, sebelum melanjutkan pelayanan ke Singkawang dan Pontianak.
Dalam praktiknya, Shinse Acong memberikan terapi bagi berbagai keluhan kesehatan, seperti gangguan saraf dan persendian, termasuk saraf kejepit, nyeri pada bahu, leher, lutut, dan kaki.
Selain itu, ia juga menangani gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan katarak tanpa tindakan langsung pada mata serta tanpa rasa sakit.
Tak hanya itu, terapi juga diberikan untuk gangguan telinga, masalah tidur, hingga vertigo.
Shinse Acong menjelaskan bahwa metode pengobatan yang digunakannya merupakan perpaduan terapi energi (chi/tenaga dalam) dengan teknik pemijatan saraf atau anmo.
Disambut Antusias Warga
Sejak hari pertama pelaksanaan, layanan pengobatan tradisional ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Panitia pelaksana, Hendra Khouw, mengungkapkan bahwa setiap harinya sekitar 50 hingga 60 warga dari berbagai latar belakang etnis dan agama datang untuk berobat.
“Banyak warga yang datang dengan berbagai keluhan, mulai dari gangguan penglihatan, katarak, hingga nyeri sendi dan saraf kejepit,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah pasien mengaku merasakan perubahan positif setelah menjalani terapi.
Bahkan, ada yang sebelumnya kesulitan melaksanakan ibadah karena nyeri persendian, kini mulai dapat beraktivitas kembali dengan lebih nyaman.
Meski demikian, Hendra menegaskan bahwa tidak semua keluhan dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, terapi yang diberikan setidaknya mampu memberikan rasa nyaman dan membantu meringankan kondisi pasien.
“AMPC bersama Shinse Acong merasa bahagia bisa membantu masyarakat yang sedang mengalami gangguan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Shinse Acong turut mengapresiasi dedikasi AMPC dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat tanpa pamrih.
“Selama beberapa hari di Mempawah, saya melihat kekompakan tim AMPC yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






