SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Bengkayang Rektor ISB Bengkayang: Optimalkan Potensi Seribu Riam Bengkayang Ketimbang Paksa Proyek PLTN

Rektor ISB Bengkayang: Optimalkan Potensi Seribu Riam Bengkayang Ketimbang Paksa Proyek PLTN

Rektor ISB Bengkayang, Marianus Dinata Alnija . SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Bengkayang (Suara Kalbar) – Rencana Pemerintah Republik Indonesia untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kabupaten Bengkayang terus memicu diskusi hangat di ruang publik.

Kritik, saran dan masukan kini datang dari kalangan akademisi khususnya Rektor Institut Shanti Buana (ISB) Marianus Dinata Alnija yang menyoroti pentingnya kajian mendalam dan transparansi sebelum proyek strategis tersebut direalisasikan.

Rektor ISB Bengkayang, Marianus Dinata Alnija saat di temui Senin (9/3/2026) sore menegaskan bahwa proyek sebesar PLTN tidak boleh hanya menjadi agenda formalitas pemerintah semata. Ia mendorong keterlibatan pihak independen dan tokoh masyarakat untuk membedah potensi risiko, terutama terkait dampak ekologis dan kesiapan sumber daya manusia yang ada.

“Rencana proyek pembangunan sebuah PLTN harus melalui tahapan kajian mendalam menyangkut kebutuhan serta penggunaannya secara menyeluruh. Hasil kajian tersebut wajib dibuka secara transparan kepada publik dengan melibatkan tokoh independen hingga tokoh masyarakat,” tegas Marianus.

Selain aspek lingkungan, Marianus menyoroti potensi konflik sosial dengan masyarakat adat setempat yang mungkin muncul jika persoalan lahan tidak diselesaikan sejak dini. Menurutnya, kepastian status lahan masyarakat adalah kunci agar proyek ini tidak menyisakan permasalahan hukum atau sosial di kemudian hari.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa secara infrastruktur, pasokan listrik di Bengkayang saat ini sebenarnya sudah mumpuni, dimana Kabupaten Bengkayang terkenal dengan wilayah Seribu Riam yang berpotensi untuk menjadi pemasok listrik jika dilakukan pengelolaan dengan baik. Ia menyarankan agar pemerintah lebih melirik potensi energi terbarukan yang melimpah di daerah Kabupaten Bengkayang daripada memaksakan penggunaan PLTN yang dinilai belum mendesak sebagai kebutuhan saat ini dan dimasa mendatang.

“Bengkayang memiliki julukan daerah ‘Seribu Riam’ yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi terbarukan, tanpa harus bergantung pada PLTN yang kami nilai belum mendesak,” tambahnya.

Selaku Pihak akademisi Ia berharap dan menyarankan supaya pemerintah benar-benar mempertimbangkan kelayakan jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat Bengkayang, agar pembangunan yang dilakukan selaras dengan kelestarian alam setempat,” pungkasnya.

Penulis : Kurnadi

Komentar
Bagikan:

Iklan