Ria Norsan Imbau Warga Tukar Uang Lebaran di Bank Resmi, Hindari Penukaran Mendekati Hari Raya
Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri melalui perbankan resmi maupun layanan kas keliling. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peredaran uang palsu sekaligus menjamin keaslian uang yang diterima masyarakat.
Imbauan itu disampaikan Norsan usai membuka kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi 2026) yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kamis (19/2/2026).
Ia menekankan, masyarakat sebaiknya memanfaatkan layanan penukaran yang telah disediakan, baik di kantor perbankan maupun melalui mobil kas keliling yang menjangkau berbagai wilayah di Kalbar.
“Penukaran uang kalau bisa di perbankan atau mobil kas keliling juga bisa, karena mobil keliling ini menjangkau seluruh Kalbar,” ujarnya.
Selain itu, Norsan mengingatkan warga agar tidak menunda penukaran hingga mendekati Idulfitri. Menurutnya, kebiasaan menukar uang di akhir Ramadan berpotensi menimbulkan antrean panjang dan kerumunan.
“Jangan sampai mendekati hari raya baru menukar, nanti berdesak-desakan. Sebaiknya jauh-jauh hari supaya lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyampaikan bahwa tahun ini BI menyiapkan uang layak edar sebesar Rp3,6 triliun untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,6 triliun.
Doni menjelaskan, mekanisme penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR atau laman pintar.bi.go.id. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan sehingga pelayanan lebih tertata.
“Aplikasi ini dapat diakses melalui website, sehingga masyarakat bisa menentukan waktu dan tempat penukaran. Dengan begitu pelayanan menjadi lebih efektif dan tertib,” ujarnya.
Sebanyak 37 perbankan di Kalimantan Barat turut dilibatkan dalam layanan penukaran uang rupiah tahun ini. Informasi terkait lokasi dan jadwal layanan tersedia di aplikasi, dan masyarakat cukup melakukan pendaftaran secara daring.
Ia menambahkan, tradisi berbagi uang baru saat hari raya menjadi salah satu alasan tingginya kebutuhan uang layak edar setiap Ramadan. Karena itu, BI memastikan layanan penukaran tersedia agar masyarakat memperoleh uang yang masih dalam kondisi baik.
Bagi warga yang mengalami kendala dalam mengakses aplikasi, petugas BI juga siap membantu proses pendaftaran secara langsung di lokasi layanan penukaran.
“Datang saja ke lokasi, nanti akan kami bantu,” pungkas Doni.
Penulis: Meriyanti






