SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Perkuat Toleransi, Ketua IPARI Kalbar Dr. H. Kartono Raih Doktor Multikultural

Perkuat Toleransi, Ketua IPARI Kalbar Dr. H. Kartono Raih Doktor Multikultural

Ketua IPARI Kalbar Dr. H. Kartono Raih Doktor Multikultural

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Isu keberagaman dan toleransi di wilayah pasca-konflik menjadi fokus utama dalam Disertasi yang mengantarkan Dr. H. Kartono, S.Pd.I, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kalimantan Barat, meraih gelar doktornya pada sidang terbuka yang dilaksanakan Sabtu (21/2/2026) di kampus UNISMA Malang, Jawa Timur.

Dalam disertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Kiai dalam Menguatkan Sikap Toleran (Studi Multi Situs Pendidikan Islam Multikultural di Pondok Pesantren Darul Ulum Kabupaten Kubu Raya dan Pondok Pesantren Ulil Albab Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat)”, Dr. Kartono menyoroti peran strategis pesantren sebagai agen rekonsiliasi sosial.

Pemilihan lokasi penelitian di dua pesantren dengan karakteristik berbeda—PP Darul Ulum yang bersifat salaf dan PP Ulil Albab yang modern-memberikan gambaran komprehensif mengenai pola kepemimpinan kiai di Kalimantan Barat.

Menurut Dr. Kartono, wilayah ini memiliki tingkat kemajemukan etnis dan agama yang sangat tinggi, namun pernah memiliki sejarah konflik etnis yang menyisakan traumatis masa lalu, maka perlu ada figur yang dapat merekonsiliasi melalui lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.

Penelitian ini mengisi kekosongan kajian tentang bagaimana kepemimpinan kiai merespons tantangan keberagaman pasca-konflik etnis di wilayah ini melalui pendidikan Islam multikultural,” jelasnya dalam paparan disertasi tersebut.

Dr. Kartono merumuskan bahwa keberhasilan penguatan sikap toleran di pesantren didorong oleh perpaduan tiga tipe kepemimpinan Kiai; Karismatik, demokratis, dan transformasional.

Keteladanan kiai, ruang dialog yang terbuka, serta integrasi nilai toleransi ke dalam kurikulum harian menjadi kunci utama terciptanya ekosistem pesantren yang inklusif.

Penelitian ini juga menghasilkan kontribusi teoretis baru yang mengintegrasikan teori kepemimpinan dari Ralph Stogdill hingga perspektif pendidikan multikultural James Banks dan Sonia Nieto.

Tim Penguji yang terlibat dalam
Sidang terbuka promosi doktor ini dihadiri oleh jajaran akademisi terkemuka Universitas Islam Malang yang bertindak sebagai tim penguji:

Jabatan Nama Penguji

Ketua (Co-Promotor) Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D
Sekretaris Prof. H. Mas’ud Said, MM., Ph.D, Penguji I Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Penguji II Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, Penguji III Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Penguji IV (Promotor) Prof. Dr. H. Djunaidi Ghony,
Penguji V Dr. H. Abd. Jalil, M.Pd.I.

Kartono yang juga menjadi Wakil Ketua IPARI Nasional, berharap temuan ini tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dasar kebijakan bagi pemerintah dalam penguatan moderasi beragama berbasis pesantren.

“Model kepemimpinan inklusif ini diharapkan dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan lain untuk menjaga keharmonisan di Indonesia,” pungkasnya.

Keberhasilan Dr. Kartono tak lepas dari rekam jejaknya yang panjang dalam dunia dakwah dan pembinaan umat. Hal ini diakui oleh Direktur Buyan Cendekia Kalbar, Didi Darmadi, S.Pd.I., M.Lett., M.Pd.

“Beliau orang yang gigih dan selalu bekerja keras berjuang untuk diri dan membina umat, bangsa, dan agama. Lahir dari hulu Sungai Buyan di pedalaman Pulau Borneo, pendiri Pondok Pesantren Ulil Albab ini sangat getol berdakwah menebar nilai-nilai kebajikan agama Islam yang moderat hingga saat ini,” puji Didi Darmadi.

Penulis: Rilis

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan