SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Bos GWM Ingatkan Industri Otomotif China Jangan Cepat Puas

Bos GWM Ingatkan Industri Otomotif China Jangan Cepat Puas

Chairman GWM Wei Jianjun mengingatkan produsen mobil China agar tidak cepat puas dan tetap waspada terhadap keunggulan teknis serta kualitas raksasa otomotif global. (Google)

Suara Kalbar – Chairman Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, memberikan pernyataan mengejutkan di hadapan para karyawannya dalam pertemuan tahunan baru-baru ini. Di tengah pesatnya ekspansi industri otomotif China pada tahun 2026, Wei menegaskan bahwa masih ada celah yang sangat besar antara produsen mobil domestik dengan raksasa otomotif global. Ia mengingatkan agar industri tidak cepat berpuas diri meski skala ekspor kendaraan China terus meningkat tajam.

Pernyataan yang disampaikan pada awal Februari ini menjadi sorotan media lokal karena muncul di saat merek-merek China mulai mendominasi pasar domestik dan memperluas jejak mereka secara internasional. Namun, Wei meminta perusahaan-perusahaan China, termasuk GWM sendiri, untuk tetap waspada dan tidak menilai daya saing mereka secara berlebihan.

“Menurutnya, rasa percaya diri yang berlebihan bisa menjadi bumerang di pasar global yang kompetitif,” tulis Carnewschina, Jumat (20/2/2026).

Wei menjelaskan bahwa produsen mobil dari wilayah otomotif mapan seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masih memiliki keunggulan yang sulit dikejar. Keunggulan tersebut terletak pada kedalaman teknis dan pengalaman manufaktur yang telah dibangun selama puluhan tahun. Ia menekankan bahwa produsen China harus terus belajar dari wilayah-wilayah tersebut dan terus memperbaiki kekurangan melalui evaluasi internal yang jujur.

Secara khusus, Wei menjadikan Toyota sebagai contoh teladan dalam menangani masalah kualitas produk. Ia mencatat bahwa meskipun Toyota sering melakukan penarikan kembali (recall), perusahaan asal Jepang tersebut tetap berhasil mempertahankan kepercayaan konsumen. Hal ini terjadi karena Toyota sangat proaktif dalam mengakui masalah dan berkomunikasi secara transparan mengenai langkah-langkah perbaikan kepada pelanggannya.

Lebih lanjut, bos GWM ini juga memperingatkan bahaya dari perang harga yang agresif di pasar China. Ia menilai pemotongan harga besar-besaran yang terjadi saat ini dapat menimbulkan tantangan jangka panjang yang serius bagi keberlangsungan industri. Jika kompetisi hanya berfokus pada harga murah tanpa didasari oleh operasi bisnis yang berkelanjutan dan kualitas produk yang mumpuni, maka industri otomotif China akan rentan goyah.

Terkait strategi ekspansi luar negeri, Wei mencermati bahwa pertumbuhan ekspor kendaraan China sejauh ini masih sangat bergantung pada daya saing harga. Ia memperingatkan bahwa mengandalkan harga murah sebagai senjata utama dapat membatasi perkembangan citra merek di pasar internasional dalam jangka panjang. Tanpa penguatan nilai merek, produsen China akan sulit bersaing di segmen premium global.

Sebagai informasi tambahan, Great Wall Motor melaporkan kinerja yang cukup solid pada awal 2026 ini. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menjual 1,32 juta unit kendaraan secara global, di mana 506.100 unit di antaranya adalah pengiriman ke luar negeri. Meskipun GWM mencatatkan pendapatan sebesar 222,79 miliar yuan, komposisi penjualannya masih didominasi oleh kendaraan bermesin bensin dan hybrid, berbeda dengan kompetitor seperti BYD yang sudah beralih sepenuhnya ke energi baru.

Ke depannya, Wei Jianjun berharap GWM dan seluruh industri otomotif China dapat mengalihkan fokus mereka pada kualitas produk dan pengembangan teknologi yang mendalam. Di tahun 2026 ini, fokus pada daya saing jangka panjang dianggap jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar angka volume produksi dan ekspor. Langkah ini sangat penting agar posisi produsen mobil China tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga kuat secara kualitas di panggung dunia.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan