Waspada Superflu, Dinkes Sambas Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Sambas (Suara Kalbar) – Aktivitas influenza musiman atau flu dilaporkan mengalami peningkatan secara global dalam beberapa bulan terakhir. Influenza musiman merupakan infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza yang beredar sepanjang tahun dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, bahkan berisiko menyebabkan rawat inap maupun kematian.
Peningkatan kasus ini sejalan dengan masuknya musim dingin di belahan bumi utara, yang biasanya diikuti lonjakan infeksi saluran pernapasan akut akibat influenza dan virus pernapasan lainnya. Data global menunjukkan meningkatnya proporsi virus influenza A (H3N2) musiman yang terdeteksi di berbagai negara.
Fenomena lonjakan kasus influenza dengan gejala lebih berat dikenal dengan istilah Superflu. Istilah ini merujuk pada tingginya angka kejadian influenza dengan gejala yang lebih parah serta masa pemulihan yang lebih lama dibanding flu biasa. Kondisi trrsebut dikaitkan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) subclade K, hasil mutasi virus influenza musiman yang kini menjadi lebih dominan di sejumlah negara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, menyampaikan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Sambas belum ditemukan peningkatan kasus influenza yang signifikan.
Ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, mengingat kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit komorbid memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat.
“Mayoritas kasus influenza dengan gejala berat umumnya terjadi pada kelompok rentan. Karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Ia menyampaikan gejala influenza yang perlu diwaspadai masyarakat meliputi demam tinggi disertai menggigil, batuk dan pilek, nyeri otot serta sakit kepala, kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan, hingga gangguan pernapasan ringan.
Dinas Kesehatan Sambas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah-langkah yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker terutama saat berada di tempat umum, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan demi menjaga kesehatan bersama,” tambahnya.
Ia meminta kepada masyarakat untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung, membatasi aktivitas dan beristirahat di rumah apabila mengalami gejala flu guna mencegah penularan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala semakin berat.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi, batuk dan pilek berat, sesak napas, atau nyeri otot hebat, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis,” pungkas dr. Ganjar.
Penulis: Serawati
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






