SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sambas Warga Sambas Alami Persalinan Darurat Usai Dipulangkan dari RSUD

Warga Sambas Alami Persalinan Darurat Usai Dipulangkan dari RSUD

Gedung KIA RSUD Sambas. SUARAKALBAR.CO.ID/Serawati

Sambas (Suara Kalbar) – Seorang warga Sambas, Mukmin, menceritakan pengalaman darurat persalinan yang dialami adiknya pada dini hari di RSUD Sambas.

Ia mengatakan peristiwa tersebut bermula pada hari selasa sekitar pukul 02.00 WIB saat adiknya dibawa ke rumah sakit karena mengeluh sakit perut dan diduga akan melahirkan.

“Sekitar pukul dua dini hari saya sudah membawa adik saya ke rumah sakit karena sakit perut dan diduga akan melahirkan,” ujar Mukmin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak medis menyampaikan bahwa kondisi persalinan masih berada pada tahap pembukaan dua. Atas dasar itu, keluarga diminta untuk kembali pulang ke rumah.

“Setelah diperiksa, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa adik saya masih pembukaan dua dan disarankan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu,” katanya.

Namun, belum lama berada di rumah, kondisi adiknya kembali memburuk. Keluarga pun berniat membawa kembali ke rumah sakit. Sayangnya, proses persalinan terjadi sebelum sempat tiba di fasilitas kesehatan.

“Sekitar 30 menit sampai di rumah, kondisinya kembali memburuk. Kami hendak membawanya lagi ke rumah sakit, tapi belum sempat sampai, bayinya sudah lahir,” ungkap Mukmin.

Ia menilai, seharusnya pasien tidak disarankan pulang dan tetap mendapat pemantauan di rumah sakit. Meski demikian, Mukmin bersyukur tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Seharusnya tidak disarankan menunggu di rumah, tapi tetap dirawat atau dipantau di rumah sakit. Untungnya tidak terjadi sesuatu yang berbahaya,” tuturnya.

Mukmin juga menjelaskan bahwa persalinan terjadi di teras rumah, dengan kondisi bayi sempat berada di luar ruangan cukup lama menjelang subuh.

“Adik saya melahirkan di teras rumah. Bayinya sempat berada di luar sekitar satu jam menjelang subuh, dengan cuaca yang dingin,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga segera mengambil langkah cepat dengan memanggil tenaga medis lain.

“Kami langsung memanggil bidan lain untuk melakukan penanganan, karena khawatir terjadi hal-hal yang membahayakan,” pungkas Mukmin.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak RSUD terkait kejadian tersebut.

Penulis: Serawati

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan