Pengetatan Visa AS Picu Antrean Panjang Pelancong Asia
Suara Kalbar – Pengetatan aturan visa nonimigran oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) memicu gangguan besar bagi pelancong dari berbagai negara Asia.
Kebijakan baru tersebut menyebabkan antrean panjang, penjadwalan ulang wawancara, serta ketidakpastian perjalanan bagi ribuan pemohon visa. Aturan baru ini mencakup pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat, perluasan penelusuran media sosial, serta pembatasan praktik pengurusan cap visa di negara ketiga.
Akibatnya, konsulat AS di sejumlah negara Asia mengalami lonjakan beban kerja dan penundaan signifikan dalam pemrosesan visa.
Pemohon dari negara dengan volume tinggi seperti India, China, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Bangladesh, hingga Pakistan kini menghadapi waktu tunggu yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik untuk wawancara maupun persetujuan visa. Kondisi ini berdampak pada berbagai kategori visa, mulai dari H-1B, F-1, J-1, hingga B1/B2.
“Pengetatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah AS memperkuat keamanan nasional dan integritas imigrasi,” demikian dilansir dari Travel and Tour World.
Salah satu kebijakan utama adalah perluasan penelusuran aktivitas media sosial pemohon. Dalam proses ini, pemohon dapat diminta membuka akun media sosial mereka agar dapat diperiksa secara menyeluruh oleh otoritas AS.
Selain itu, pemerintah AS juga membatasi pengajuan cap visa di negara ketiga, praktik yang selama ini dimanfaatkan pemohon untuk menghindari antrean panjang di negara asal. Pembatasan ini semakin menekan konsulat di lokasi dengan lalu lintas tinggi seperti Hong Kong, Singapura, dan Dubai.
Negara-negara Asia menjadi kawasan yang paling terdampak akibat perubahan kebijakan ini. Konsulat AS di India, Thailand, China, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Filipina, dan sejumlah negara lain melaporkan penundaan luar biasa akibat penerapan pemeriksaan keamanan tambahan.
Di India, waktu tunggu visa B1/B2 di New Delhi mencapai hingga 9 bulan, sementara wawancara visa H-1B di sejumlah kota dilaporkan tertunda hingga pertengahan 2026.
Di China, pemohon visa B1/B2 menghadapi penundaan sekitar 1 bulan, sedangkan visa berbasis petisi dapat memakan waktu hingga 3,5 bulan.
Bangladesh dan Pakistan juga mencatat antrean panjang, khususnya untuk visa nonimigran.
Di Thailand, pemohon visa B1/B2 menghadapi waktu tunggu sekitar 1,5 bulan, sementara visa kerja dan pelajar membutuhkan waktu enam hingga sembilan pekan.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






