Investor Industri di Pulau Penebang Dorong Peningkatan Kapasitas Lewat Pelatihan Bahasa
Pontianak (Suara Kalbar) — Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Kalimantan Barat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bahasa Mandarin.
Program ini diikuti oleh 140 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Operation Development Program (ODP) yang sebelumnya dilaksanakan di Universitas Tanjungpura pada Desember 2025.
Pelatihan bahasa Mandarin tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KIPP, Confucius Institute Universitas Tanjungpura (Untan), dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama (STBHB). Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Mandarin kejuruan secara intensif yang disusun secara khusus dan aplikatif sesuai dengan kebutuhan industri di kawasan industri Kabupaten Kayong Utara.
Direktur Confucius Institute Untan, Ina, S.E., M.Ed., dalam acara penandatanganan kesepakatan program diklat, menyampaikan bahwa bahasa Mandarin saat ini merupakan salah satu kompetensi penting dalam komunikasi global. Melalui sistem pembelajaran yang terstruktur dan ilmiah serta didukung frekuensi latihan yang proporsional, peserta diharapkan mampu mencapai keterampilan bahasa Mandarin kejuruan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Kebutuhan penguasaan bahasa Mandarin terus meningkat. Penguasaan bahasa Mandarin kejuruan dapat menciptakan SDM terampil yang mampu mengisi peluang kerja yang tersedia dan bekerja secara efektif serta efisien di lingkungan industri,” ujarnya.
Ina menambahkan, pelaksanaan program ini merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi tim pengajar. Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, peserta akan dibagi ke dalam lima kelas agar proses belajar berlangsung lebih fokus dan optimal. Kerja sama dengan pihak swasta ini juga menjadi wujud peran perguruan tinggi dalam melayani masyarakat dan dunia industri serta mendapat dukungan penuh dari Universitas Tanjungpura.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama (STBHB), Dr. Hartono Azas, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, pelatihan bahasa Mandarin ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi SDM, khususnya dalam menyambut era hilirisasi aluminium yang terhubung dengan mitra bisnis internasional, terutama dari Tiongkok.
“Kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan ini sangat penting. Penguasaan bahasa Mandarin diharapkan mampu memperlancar komunikasi kerja, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta memperkuat profesionalisme di lingkungan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan program ini diharapkan mendorong terjadinya alih teknologi dan alih pengetahuan kepada putra-putri daerah, khususnya dari Kabupaten Kayong Utara.
Sementara itu, Government Relations KIPP, Sumarno, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa Mandarin ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja asal Kayong Utara dan Kalimantan Barat agar siap menghadapi tantangan global.
“Bahasa Mandarin menjadi kompetensi penting dalam rantai nilai industri yang kami jalankan. Karena itu, KIPP tidak hanya merekrut tenaga kerja, tetapi juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda Kalimantan Barat agar mampu bersaing dan berkembang bersama perusahaan,” katanya.
Selama pelatihan di Pontianak, seluruh peserta akan dibekali materi bahasa Mandarin dasar hingga menengah yang setara dengan standar internasional Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK) tingkat 2 atau HSK tingkat 3 dasar, percakapan teknis dan bisnis, serta pengenalan budaya kerja di sektor industri manufaktur. Proses pembelajaran didukung oleh pengajar bersertifikat dan penutur asli.
Dari total 140 peserta, sebanyak 30 persen berasal dari Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kayong Utara. Setelah menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta akan melanjutkan pelatihan ke Tiongkok untuk mendalami pengoperasian mesin smelter dan refinery atau ditempatkan langsung di Pulau Penebang sebagai operator atau engineer sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan masih akan melanjutkan tugas kerja selama sekurang-kurangnya satu setengah hingga dua tahun di posisi yang relevan dengan pelatihan guna memastikan terjadinya alih pengetahuan, kesinambungan kompetensi, serta dampak ekonomi bagi daerah asal peserta.
Komitmen KIPP dalam peningkatan kualitas SDM generasi muda Kalimantan Barat ini melengkapi program yang telah dijalankan sebelumnya. Pada September 2025, sebanyak 15 mahasiswa asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, menerima beasiswa dari PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola KIPP. Penyerahan beasiswa dilakukan oleh pimpinan PT DIB, Rasnius Pasaribu, dan disaksikan Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak.
“Kami hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Pendidikan menjadi kunci penting dalam memajukan daerah,” ujar Rasnius.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






