Hadapi 2026, Bank Kalbar Fokus Ekspansi Kredit dan Pinjaman Daerah
Pontianak (Suara Kalbar) – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menyatakan optimistis menghadapi tahun 2026 meskipun tantangan ekonomi masih berlanjut.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam kegiatan pemaparan kinerja Bank Kalbar tahun 2025 di Kantor Utama Bank Kalbar yang berlokasi di Pontianak, Kalbar pada Selasa (06/01/2026).
Rokidi mengakui bahwa tahun 2026 masih menyisakan sejumlah persoalan ekonomi. Namun ia menyebutkan Bank Kalbar telah menyiapkan strategi agar tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan, seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Memang di tahun 2026 juga masih menyisakan problem ekonomi. Tetapi kami merasa optimis bahwa tahun 2026 akan dilalui dengan baik, sebagaimana apa yang dulu juga kami lakukan ketika menghadapi tahun 2025 itu,” ujar Rokidi pada sesi doorstop.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Bank Kalbar pada 2026 adalah ekspansi kredit, baik kredit konsumtif maupun produktif. Menurutnya, ekspansi kredit menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan bisnis perbankan.
“Insya Allah, kami sudah mendapatkan poin-poinnya berkaitan dengan ke depan seperti apa. Terutama adalah bagaimana kami bisa ekspansi, bisa ekspansi pada kredit, baik konsumtif maupun produktif. Karena intinya seperti itu, ketika pasar kita ambil duluan, maka untuk dana saya kira akan mengikutinya,” katanya.
Rokidi menyebutkan Bank Kalbar tidak ingin terlebih dahulu menghimpun dana dalam jumlah besar karena berpotensi meningkatkan biaya dana. Oleh karena itu, strategi ekspansi kredit dinilai lebih tepat untuk mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
“Karena kita tidak mau juga cari dana besar dulu yang berdampak kepada cost atau biaya dana yang mungkin timbul. Tapi di sisi lain ekspansinya perlu, maka kita genjot dulu ekspansi supaya dana pihak ketiganya akan mengikuti. Itu sebetulnya kuncinya,” jelasnya.
Selain ekspansi kredit, Bank Kalbar juga akan memaksimalkan skema pinjaman daerah pada tahun 2026. Rokidi menyebutkan, langkah tersebut diambil seiring dengan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Untuk produk terbarunya sendiri, 2026 kita akan maksimalkan pinjaman daerah. Sebagaimana sekarang teman-teman pahami ya, TKD berkurang. Dan ini adalah salah satu pasar kami untuk bisa membantu para pemegang saham dalam hal membangun daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bank Kalbar sebagai bank milik pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, skema pinjaman daerah akan terus diperkuat.
“Makanya sekali lagi, kami akan maksimalkan skema pinjaman daerah atau skema kredit pinjaman daerah untuk para pemegang saham kami dalam membangun daerah. Sekali lagi, karena Bank Kalbar milik mereka, para bupati, wali kota, dan gubernur, maka kami wajib membantu beliau-beliau itu,” tegas Rokidi.
Terkait nilai pembiayaan, Rokidi memperkirakan penyaluran pinjaman daerah pada 2026 dapat mencapai lebih dari Rp 600 miliar untuk sekitar 14 kabupaten. Bahkan, menurutnya, angka tersebut masih berpotensi meningkat.
“Perkiraan kami di atas Rp 600 miliar. Untuk 14 kabupaten ke depan, bahkan mungkin bisa lebih (dananya). Harapan kami seperti itu,” katanya.
Rokidi juga mengungkapkan bahwa sejumlah kabupaten dan kota telah menjalin komunikasi dengan Bank Kalbar terkait rencana pembiayaan proyek-proyek strategis daerah ke depan.
“Dan ada beberapa kabupaten-kota yang sudah bicara dengan kami bahwa ke depan akan dibantu dalam hal pembiayaan untuk proyek-proyek strategis,” pungkasnya.
Penulis: Maria






