Fadli Zon Dorong Kolaborasi Majukan Kebudayaan Daerah Bengkulu
Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Kebudayaan Fadli Zon membahas pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk memajukan kebudayaan daerah saat melakukan pertemuan dengan gubernur dan pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (12/1), dia menyampaikan bahwa pemerintah daerah bisa berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cagar budaya dan aset kebudayaan di wilayahnya.
“Museum dan taman budaya harus terus kita dorong menjadi kantong budaya yang hidup, sekaligus ruang edukasi dan interaksi masyarakat,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Selasa.
“Cagar budaya yang ada juga bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas kebudayaan, ekonomi budaya, ekonomi kreatif, object tourism, hingga pusat kuliner,” ia menambahkan.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra mengemukakan perlunya penerapan pendekatan kreatif dalam upaya pemajuan kebudayaan di Bengkulu.
Ia mengatakan bahwa kegiatan seni dan budaya perlu ditingkatkan untuk menumbuhkan ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan di wilayah Provinsi Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan bahwa kekayaan budaya Bengkulu belum banyak dikenal, termasuk keberagaman suku, bahasa, dan adatnya.
Ia menyampaikan keinginan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat luas.
Pemerintah Provinsi Bengkulu ingin mempromosikan kebudayaan daerah melalui film.
Anggit Dhanurendra selaku produser dari rumah produksi JFS Kreatif Studio menyampaikan gagasan untuk memproduksi film berlatar budaya Bengkulu.
“Kami ingin berangkat dari layar lebar untuk mengangkat film daerah yang belum banyak tersentuh. Bengkulu, termasuk Enggano, memiliki kekayaan budaya yang kuat dan autentik untuk diceritakan,” katanya.
Dia mengemukakan rencana untuk membuat film berjudul “Enggano: Cinta Sesempurna Impian” dengan latar kebudayaan Enggano serta film “Jejak Merah Putih” tentang tokoh nasional Fatmawati.
“Dua film ini kami bayangkan menjadi sarana cultural branding, destination branding, sekaligus personal branding Bengkulu, agar dikenal lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa film merupakan medium yang efektif untuk memperkenalkan budaya daerah.
“Film adalah platform paling baik untuk mengenalkan suatu tempat. Namun kuncinya ada pada skenario. Pengembangan skenario film harus dilakukan secara serius dan profesional, karena akan menentukan kekuatan film dan efektivitas pesan yang ingin disampaikan,” ia menjelaskan.
Dia mendorong penguatan ekosistem kreatif di daerah melalui penyelenggaraan festival film pendek atau dokumenter serta pelibatan sineas dan kreator konten dalam upaya mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






