Ekonomi Kreatif Daerah Jadi Penopang Pertumbuhan Nasional
Jakarta (Suara Kalbar)- Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan kontribusi sektor ekonomi kreatif dari daerah sebagai penyumbang pertumbuhan perekonomian nasional dalam retret Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025 bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Ekonomi kreatif telah membuktikan diri sebagai kontributor nyata bagi perekonomian nasional. Pertumbuhannya melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa potensi terbesar Indonesia justru tumbuh dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.
Kemenekraf memanfaatkan momentum libur Nataru untuk memperkuat distribusi dan konsumsi produk ekonomi kreatif dengan melakukan peninjauan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga menaruh perhatian serius pada pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulihan ekonomi dan kemanusiaan terus digenjot untuk memastikan para pegiat ekraf dapat bangkit kembali.
Melalui program yang disiapkan mencakup Pelatihan Kreasi Batik, Residensi Kreatif, Pelatihan Masak Bersama Master, Workshop Menjahit Busana Ready to Wear, Akselerasi Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam, serta Workshop Desain Kemasan bagi pegiat ekraf. Selain itu, kegiatan melukis bagi anak-anak digelar sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis seni.
“Pemulihan ekonomi kreatif harus dilakukan secara holistik bukan hanya membangun kembali produksi, tetapi juga mengembalikan harapan dan daya saing pelaku,” tutup Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mencatat kinerja positif. Capaian ini ditopang oleh realisasi Indeks Kinerja Utama (IKU), penguatan program prioritas, pemanfaatan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta langkah pemulihan ekonomi kreatif pascabencana.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107 persen dari target 2025, lebih dari separuh tenaga kerja tersebut berusia di bawah 40 tahun.
Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 26,68 miliar dolar AS atau 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, realisasi investasi sektor ekraf hingga triwulan III 2025 tercatat Rp 132,04 triliun atau 107 persen dari target RPJMN.
Dalam retret yang mengawali tahun 2026 ini, Presiden Prabowo mengajak merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan nasional dan mempercepat pembangunan ke depan. Presiden Prabowo juga menegaskan fokus pemerintah ke depan akan diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






