Babinsa dan Bhabinkamtibmas Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Judi Online

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto menggelar rapat perdana bersama pejabat Kementerian ATR/BPN di kantornya, Kamis (16/6/2022). (Foto:Suara.com)

Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) akan menjadi ujung tombak dalam upaya pemberantasan judi online.

Pernyataan ini disampaikan Hadi saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).

Menurut Hadi, pihaknya akan lebih mengerahkan jajaran satgas serta anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah untuk memerangi aktivitas judi online.

Ia menilai peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting karena mereka dapat dengan mudah menyentuh masyarakat di setiap wilayah.

Beberapa hal yang mereka bisa lakukan, lanjut Hadi, yakni mengantisipasi adanya praktik jual beli rekening untuk kepentingan judi online dan menutup layanan transaksi top up game online yang terafiliasi dengan judi online.

Satgas Judi Online akan memberikan pelatihan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar mereka mengetahui modus-modus yang digunakan dalam judi online dan cara-cara penindakannya.

Selain itu, satgas akan melakukan penindakan secara luas dengan menyelidiki aliran uang yang ada di dalam rekening penadah uang judi online.

Sebelumnya, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan fakta terbaru terkait kasus judi online yang sudah masuk hingga ke TNI-Polri.

Hadi menyebut pimpinan TNI-Polri sudah mengetahui siapa saja anggotanya yang terlibat judi online. Bahkan, datanya sudah di tangan pimpinan.

Hal itu disampaikan dia seusai menggelar rapat perdana koordinasi tingkat menteri tentang pemberantasan judi online di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat pada Rabu (19/6/2024).

“Pimpinan TNI dan Polri sudah mengetahui data-datanya siapa aja yang main judi online,” katanya.

Hadi memastikan oknum aparat yang terlibat dalam judi online (daring) tidak diikutsertakan dalam Satgas Judi Online.

“Tidak semua anggota TNI dan Polri ikut dalam judi online, tentunya mereka tidak dilibatkan,” ujarnya.

Terkait oknum yang bermain judi online, Hadi berharap para pimpinan instansi dapat menindak tegas anggotanya yang terlibat di aktivitas lingkaran setan tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS