Dari Hobi Koleksi Parfum, Berri Elmakky Bangun Memori Parfume yang Kini Menjamur di Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Berawal dari kecintaan terhadap dunia wewangian, sebuah hobi sederhana kini menjelma menjadi usaha parfum lokal yang digemari masyarakat. Memori Parfume, brand parfum racikan sendiri asal Pontianak, menjadi bukti bahwa passion yang ditekuni dengan konsisten mampu melahirkan peluang bisnis menjanjikan.
Owner Memori Parfume, Berri Elmakky, mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap parfum telah ia jalani sejak lama. Ia terbiasa mengoleksi berbagai parfum dengan harga yang tidak murah.
“Awalnya saya memang hobi mengoleksi parfum. Harganya mulai dari Rp500 ribu, bahkan ada yang sampai Rp6 juta hingga Rp10 juta. Dari situ saya berpikir, banyak orang ingin wangi, tetapi tidak semua mampu mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk sebuah parfum,” ujar Berri.
Dari kegelisahan itu, lahirlah ide untuk menghadirkan parfum dengan kualitas aroma mewah, namun tetap terjangkau oleh semua kalangan.
“Maka saya berkomitmen bagaimana caranya membuat parfum dengan aroma kelas jutaan rupiah, tetapi dengan harga yang sangat terjangkau. Akhirnya, pada 1 Desember 2024, berdirilah Memori Parfume,” tuturnya.
Tak disangka, usaha yang baru seumur jagung itu langsung mendapat respons luar biasa dari masyarakat Pontianak.
“Ini semua keberkahan dari Allah. Di luar ekspektasi, Memori Parfume meledak dan viral di Pontianak. Mungkin karena pemilihan aroma, karena saya sendiri yang memilih, meracik, dan menentukan kualitasnya. Kami tidak menggunakan campuran biasa, tetapi bahan berkualitas tinggi, sehingga aromanya terasa mewah, enak di hidung, namun tetap terjangkau. Bahkan 10 mililiter bisa mulai dari Rp25 ribu,” jelasnya.
Perjalanan Memori Parfume pun terus meluas. Cabang pertama dibuka di Paris Dua pada 1 Desember 2024. Setelah berjalan baik, Berri memberanikan diri membuka stan di Megamall Pontianak.
“Antusiasme masyarakat sangat besar. Akhirnya kami buka terus di Megamall mulai Juli sampai sekarang. Cabang ketiga kami buka di Martadinata pada 12 Desember, tepat satu tahun Memori Parfume. Insya Allah, 12 Januari kami buka di Tanjung Raya, dan 25 Februari di Kota Baru,” paparnya.
Tak hanya menjual parfum, Memori Parfume juga mengusung konsep personalisasi aroma. Menurut Berri, setiap orang memiliki karakter wangi yang berbeda.
“Kami membagi parfum menjadi lima grade, yaitu favorit, elegant, luxury, premium, dan premium plus. Harganya berbeda sesuai kualitas bibit. Favorit mulai dari Rp25 ribu, elegant Rp30 ribu, luxury Rp40 ribu, premium Rp45 ribu, dan premium plus Rp65 ribu. Semakin tinggi grade, semakin mewah aromanya,” terangnya.
Ia menambahkan, Memori Parfume tidak sekadar berjualan produk, tetapi juga membantu pelanggan menemukan karakter aroma mereka sendiri.
“Setiap orang punya karakter aroma masing-masing. Ada yang suka manis, fresh, atau elegan. Jadi kami bantu mereka menemukan aroma yang sesuai. Menariknya, parfum best seller kami selalu berubah setiap bulan,” katanya.
Ke depan, Memori Parfume menargetkan ekspansi lebih luas di Kalimantan Barat.
“Visi kami, parfum harus dekat dengan pelanggan. Kami fokus di Pontianak dan sekitarnya dulu, tetapi harapan kami bisa membuka cabang di seluruh Kalimantan Barat,” ujarnya.
Berri berharap Memori Parfume tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan brand lokal yang bertahan lama.
“Harapannya, Memori Parfume bisa terus bertahan, tidak hanya viral sesaat, menjadi parfum pilihan semua orang, menjangkau semua kalangan. Semua orang berhak untuk wangi. Sesuai tagline kami, Memori Parfume, Ingat Selamanya,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






