SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Banjir Rob di Pontianak Diperkirakan Capai Dua Meter, Edi Kamtono Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Rob di Pontianak Diperkirakan Capai Dua Meter, Edi Kamtono Imbau Warga Tetap Waspada

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau wilayah yang tergenang akibat air pasang di Pontianak Barat bulan Desember lalu. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa.

Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memantau perkembangan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai hingga dua meter.

Edi menjelaskan, kenaikan muka air paling signifikan terjadi pada pagi hari. Sementara pada siang hingga sore hari, ketinggian air cenderung relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan yang berarti.

“Untuk pagi hari memang terjadi kenaikan air. Namun pada siang sampai sore hari, kenaikannya tidak terlalu signifikan,” ujar Edi, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi bahwa puncak pasang air laut atau banjir rob terjadi pada rentang 4 hingga 7 Januari 2026. Pada periode tersebut, ketinggian air dapat mencapai dua meter di atas muka air rata-rata atau Di atas Permukaan Laut (DPL), baik yang berasal dari Sungai Kapuas maupun air laut.

“Kondisi ini sudah dialami sejak tanggal 4 Januari, berlanjut pada tanggal 5 Januari dan diperkirakan masih berlangsung hingga tanggal 7 Januari,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima Pemkot Pontianak, puncak pasang air laut umumnya terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang cukup cepat.

“Grafik pasang surutnya sangat tajam, baik saat naik maupun turun. Artinya, arus air cukup deras, baik ketika pasang maupun saat surut,” kata Edi.

Meski demikian, Edi mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila banjir rob terjadi bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketinggian air meningkat secara signifikan, seperti yang pernah terjadi pada banjir rob di awal Desember lalu.

“Yang kita khawatirkan adalah jika saat pasang terjadi hujan lebat disertai angin kencang, karena dapat membuat air semakin tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Edi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas serta kawasan dataran rendah yang rawan terdampak banjir rob.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi potensi dampak banjir rob,” pungkasnya.


Penulis:
Fajar Bahari

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan