Dinkes Sanggau Genjot Posyandu Aktif 75 Persen pada 2029
Sanggau (Suara Kalbar ) -Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting mengatakan Evaluasi Kegiatan Pokjanal Posyandu yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau kemarin sebagai wujud komitmen untuk mentransformasi sistem kesehatan Indonesia salah satunya berfokus pada layanan primer sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan Masyarakat sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan oleh
Kementrian Kesehatan RI.
“Outcome RPJMN Bidang Kesehatan tahun 2025 – 2029 berfokus pada kesehatan untuk semua dengan sasaran peningkatan status Kesehatan masyarakat, terutama melalui penguatan layanan Kesehatan primer, pencegahan penyakit termasuk stunting dan peningkatan gizi seumur hidup,”ungkap Ginting.
Tujuannya dari kegiatan tersebut adalah mewujudkan visi Indonesia emas 2045 dengan lima strategi utama yaitu peningkatan kesehatan dan gizi berbasis siklus hidup, pencegahan dan penurunan stunting, pelayanan kesehatan dan gizi yang lebih merata, pemeriksaaan kesehatan gratis serta penguatan layanan dan tata kelola kesehatan.
Kebijakan Pembangunan Kesehatan menitik beratkan pada pendekatan Upaya preventif, promotif dan pemberdayaan Masyarakat di bidang Kesehatan adalah dengan menumbuh kembangkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan merupakan bentuk Upaya Kesehatan bersumber daya Masyarakat (UKBM).
“Dalam mendukung implentasi transformasi layanan primer sampai ke tingkat Masyarakat posyandu nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan layanan dasar bagi sasaran seluruh siklus hidup,”ujarnya.
Posyandu aktif sebagai ukuran keberhasilan posyandu dalam RPJMN tahun 2025 – 2029 ditargetkan posyandu aktif mencapai 75%. Untuk mencapai target posyandu aktif harus dilakukan pembinaan secara sinergi melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu di mulai dari tingkat Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Pokja Posyandu Tingkat Desa.
“Pembinaan kelembagaan Posyandu diberikan oleh Kemendagri, Dinas PMD, Camat dan Kades. Pembinaan Teknis Posyandu diberikan oleh masing-masing sektor salah satunya Kesehatan,” bebernya.
Dengan dikeluarkannya PerMenDaGri No.13 Tahun 2024 tentang Posyandu maka Posyandu juga mengalami Transformasi menjadi New Posyandu dengan konsep yang berbeda. Sehingga Kelompok Kerja Operasional (PokJaNal) berubah menjadi Tim Pembina Posyandu dengan 6 Bidang SPM yaitu Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Sosial, Bidang Pekerjaan Umum, Bidang Perumahan Rakyat dan Bidang Trantibun Linmas.
“Struktur kepengurusan Posyandu akan berubah dari Tim Pokjanal Posyandu menjadi Tim Pembina (TP) Posyandu.
Pada tahun 2025 Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau memiliki 671 posyandu balita yang tersebar di 15 kecamatan 19 puskesmas di seluruh kabupaten dengan rata-rata memiliki lebih dari 3 posyandu setiap desa/kelurahan dan 156 posbindu posyandu usia produktif atau posbindu PTM yang tersebar di 15 kecamatan di 19 puskesmas seluruh kabupaten sanggau dengan rata-rata 1 posbindu setiap desa/keluarahan. 84 posyandu remaja yang tersebar di 15 kecamatan di 12 puskesmas dengan rata-rata 7 posyandu setiap puskesmas serta 379 posyandu lansia tersebar di 15 kecamatan di 19 puskesmas,”ucap Ginting.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai posyandu layanan Primer agar tercapai yaitu dengan meningkatkan pengetahuan kader dengan gencar melakukan pelatihan dan pembinaan kepada kader posyandu layanan primer yang melayani siklus hidup, pengaktifan Pokjanal, dukungan dan keterlibatan seluruh stakeholder, lintas sektoral, aktif melakukan monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanakan.
“Mengingat semua upaya tersebut diatas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak atau satu program saja, maka marilah kita bersama-sama bahu-membahu dan bekerjasama lintas sektoral, lintas bidang dan lintas program Kesehatan untuk dapat mencapai Posyandu siklus hidup yang aktif, sehingga layanan dasar Masyarakat dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan balita, ibu hamil terlayani standar, remaja bebas dari bahaya Napza, usia produktif terhindar dari penyakit PTM dan sehat jiwa serta Lansia sehat di hari tua, serta tercapainya desa mandiri,”pungkasnya.
Penulis: Darmansyah






