Kolaborasi Pentahelix, Bunda PAUD Kalbar Luncurkan Beasiswa S1 bagi Guru PAUD Non-ASN
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui inisiatif Bunda PAUD Kalbar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.
Mengatasi keterbatasan anggaran daerah, sebuah langkah strategis ditempuh dengan menggandeng dunia usaha dan perguruan tinggi untuk menyediakan beasiswa peningkatan kualifikasi Guru PAUD Non-ASN menuju Strata 1 (S1).
Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Bupati/Wali Kota se-Kalimantan Barat, perguruan tinggi penyelenggara pendidikan PAUD, serta dunia usaha di Pontianak, Jumat (28/11/2025).
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kalbar, Erlina menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Dibutuhkan sinergi lintas sektor atau kolaborasi pentahelix agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kenapa saya menginisiasi ajakan kepada mitra PAUD dan dunia usaha untuk berkolaborasi? Karena bagaimanapun juga, tanpa kerja sama yang baik antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan, dunia usaha, maupun perbankan, program ini tidak akan bisa berjalan jika hanya mengandalkan APBD,” tegas Bunda PAUD Kalbar.
Melalui kerja sama ini, dunia usaha berperan dalam penyediaan dukungan pembiayaan, sementara perguruan tinggi bertindak sebagai penyelenggara pendidikan. Tujuan utama program ini adalah memastikan para pendidik PAUD memiliki kualifikasi akademik yang sesuai standar.
Bunda PAUD Kalbar optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberi dampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di Bumi Khatulistiwa.
“Saya yakin, dengan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha seperti ini, Insya Allah pada tahun 2026 tidak ada lagi Guru PAUD di Kalimantan Barat yang belum memiliki peningkatan mutu atau sertifikasi Strata 1,” ujarnya.
Selain mendorong peningkatan kualifikasi akademik, Bunda PAUD juga menekankan pentingnya komunikasi publik melalui media sosial untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi PAUD berkualitas. Inisiatif ini diharapkan menjadi model gotong royong pembangunan daerah, yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






