BYD Tersandung, Pendatang Baru Mobil Listrik China Melaju Kencang
Suara Kalbar – Raksasa mobil listrik asal China, BYD, menghadapi tekanan besar setelah mencatat penurunan penjualan bulanan tahun-ke-tahun untuk pertama kalinya pada 2025. Pada September, BYD hanya mampu mengirimkan 393.060 unit, turun hampir 6% dibanding bulan yang sama tahun lalu.
“Penurunan ini terjadi meskipun sudah memasuki musim penjualan puncak, sehingga menandakan persaingan harga di pasar domestik semakin ketat,” tulis CBT News, Jumat (3/10/2025).
Menurut laporan, BYD bahkan memangkas target penjualan tahun 2025 hingga 16% menjadi 4,6 juta unit. Kendati demikian, BYD masih memimpin pasar dengan menguasai lebih dari 54% total penjualan mobil listrik sepanjang September 2025.
Di sisi lain, sejumlah pendatang baru justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Leapmotor berhasil menjual 66.657 unit pada September, naik 97% dibanding tahun lalu. Sejak Juli, merek ini konsisten mencetak rekor dengan penjualan di atas 50.000 unit.
Aliansi Harmony Intelligent Mobility (gabungan Aito, Chery, dan Maextro) juga melaporkan rekor baru dengan 52.916 unit, melampaui catatan stabilnya di kisaran 40.000 unit sejak Mei. Xiaomi turut mengejutkan pasar dengan penjualan lebih dari 40.000 unit pada September, dua kali lipat dari capaian Januari.
Sementara itu, Xpeng mengirimkan 41.581 unit, naik 95% secara tahunan dan 10% dibanding bulan sebelumnya. Ini menjadi kali pertama Xpeng kembali menembus angka 40.000 unit sejak November 2024 lalu.
Nio juga mencatat rekor dengan 34.749 unit, menandai dua bulan berturut-turut dengan penjualan tertinggi. Li Auto menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah dua bulan lesu dengan penjualan 33.951 unit, sedangkan merek Zeekr milik Geely membukukan 18.257 unit, sedikit di bawah rekor Mei 2025 yang mencapai 18.908 unit.
Tren ini memperlihatkan adanya perubahan besar di pasar mobil listrik China. BYD yang selama ini menjadi penguasa mulai mengalami perlambatan pertumbuhan, sementara merek-merek baru justru melesat berkat insentif pemerintah, strategi promosi agresif, dan model kendaraan dengan harga lebih kompetitif.
Kondisi ini menegaskan dominasi BYD kian digerogoti oleh para pesaing muda yang semakin agresif di pasar domestik. Kondisi yang tentunya belum diantisipasi oleh BYD karena terbiasa mendominasi.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






