Warga Ketapang Meninggal Dunia di Lahan Sendiri, Gubernur Kalbar Buka Suara
Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, memberikan klarifikasi terkait meninggalnya seorang pria paruh baya dalam insiden kebakaran lahan di Dusun Harapan Baru, Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, kabar meninggalnya seorang pria paruh baya bernama Sehandi (57) tersebut sempat menggemparkan sosial media dan menarik sejumlah perhatian publik. Almarhum diduga meninggal dan menjadi korban dari kebakaran lahan dan hutan (karhutla) pada Senin (28/07/2025) lalu.
Menurut Ria Norsan, informasi di lapangan menunjukkan bahwa korban bukanlah petugas pemadam kebakaran, melainkan warga yang membakar lahannya sendiri tanpa sepengetahuan pihak berwenang.
“Jadi saya jelaskan, informasi yang kami dapat di lapangan ini, bahwa yang bersangkutan ini membakar ladang tanpa sepengetahuan. Bukan memadamkan kebakaran ya,” ujar Norsan saat ditemui langsung di Kantor Gubernur Kalbar pada Jum’at (01/08/2025).
Ia menegaskan bahwa korban datang seorang diri ke ladangnya, lalu membakar lahan. Api kemudian membesar dan menyebabkan korban terkepung asap.
“Dia datang sendirian ke ladang, membakar ladang, kemudian terkepung oleh api. Karena banyak asap, dia lemas, kemudian meninggal. Nah, itu pun sudah diketahui oleh petugas setelah dalam keadaan meninggal,” jelas Norsan.
Ia menegaskan kembali bahwa korban bukan petugas pemadam yang sedang bertugas di lokasi.
“Tapi artinya bukan dia itu membantu memadamkan. Tidak, dia membakar ladangnya sendiri tanpa sepengetahuan. Jadi lemas karena asap yang kuat kan, terkepung oleh api, kemudian lemas, meninggal dunia. Kalau (akibat) memadamkan api dalam kebakaran, itu kami pasti tahu,” lanjutnya.
Penulis: Maria
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






