Kuliner Lopes Vivi Kamboja jadi Incaran Baru Warga Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Mengenal kuliner tradisional Kalimantan Barat memang tidak ada habisnya, salah satunya kuliner Lopes yang kini kembali menjadi primadona di Pontianak.
Berlokasi di Tepian Sungai Kapuas, Lopes Vivi Kamboja hadir dan menjadi incaran masyarakat yang ingin mencoba kelezatannya. Puluhan orang tampak mengantri untuk membeli kuliner ini, bahkan ada yang rela mengantri ber jam-jam hanya untuk merasakan Lopes ini.
Vivi, penjual Lopes mengaku usaha ini dimulai oleh sang Ibu pada tahun 2017, kemudian pada tahun 2022 hingga saat ini, ia kemudian melanjutkan usaha ibunya tersebut.
“Dari tahun 2022 hingga sekarang ini saya yang melanjutkannya, dan baru belakangan ini rame,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (02/08/2025).
Vivi menjelaskan bahwa Lopes miliknya berbentuk bulat sementara kebanyakan Lopes lain berbentuk segitiga, selain itu proses pembuatnya yang lama juga mempengaruhi kualitas rasa Lopes miliknya.
“Kalau Lopes orang kan biasanya bentuknya segitiga, kalau ini bulat, selain itu proses pembuatannya juga lumayan lama, jadi rasanya lebih padat dan kenyal,” jelasnya.
Ia juga mengaku bahwa Lopes miliknya merupakan resep turun temurun dari keluarga.
“Resep ini memang resep turun-temurun dari keluarga kita,” ujarnya.
Untuk prosesnya sendiri, Vivi menjelaskan bahwa pulut atau ketan yang akan direbus terlebih dahulu direndam dengan air kapuk, kemudian ketan tersebut dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah digulung dan kemudian direbus selama 6 jam.
Untuk kuah gula merahnya sendiri, ia menjelaskan bahwa gula merah yang digunakan adalah gula merah yang asli sehingga menghasilkan rasa yang manis dan gurih.
Banyaknya pengunjung yang datang mengharuskan Vivi membatasi pembelian Lopes miliknya, untuk yang telah memesan via WhatsApp maka akan dilayani sesuai pesanan, sementara yang datang langsung ke stand miliknya hanya dibatasi 2 pack per pembeli, hal ini agar semuanya kebagian.
“Pengunjung itu kan membludak, sedangkan stok (Lopes) saya tidak banyak, selain yang saya layani via online, biasanya saya layani semua, tapi karena ini rame saya bagi, setengah untuk via online, setengah untuk pengunjung yang datang langsung,” terangnya.
Kini dalam satu hari, terutama di hari Sabtu Vivi dapat membuat 60 kilo ketan sebagai bahan utama Lopes.
“Dulu awal-awal sebelum viral Sabtu Minggu kita hanya buat 11 kilo paling banyak, sekarang bisa 60 kilo per hari,” tambahnya.
Lopes Vivi Kamboja kini menjadi salah satu kuliner tradisional yang kembali digemari masyarakat, tidak hanya kalangan orang tua tapi juga anak muda. Buka pada hari Sabtu dan Minggu, Lopes Vivi Kamboja mulai buka pukul 15.00 hingga stoknya habis.
Penulis: Meriyanti
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






