Investasi Waralaba Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa Kota Pontianak sangat terbuka terhadap masuknya investasi, khususnya di sektor perdagangan dan jasa, sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
“Pontianak ini kota perdagangan dan jasa. Kami terbuka untuk investasi, terutama di sektor restoran, kafe, maupun hotel yang sangat relevan dan strategis bagi kita,” kata Edi di Pontianak, Jumat (29/8/2025).
Menurut dia, keterbatasan lahan di Kota Pontianak membuat investasi lebih banyak bergerak di bidang jasa dan perdagangan, seperti restoran, kafe, hotel, rumah kos, serta sektor penunjang lainnya.
Kehadiran usaha waralaba internasional di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) maupun jaringan hotel multinasional menjadi bukti bahwa Pontianak memiliki daya tarik besar bagi pelaku usaha.
Ia menekankan, investasi yang masuk akan berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, tingkat pengangguran di Pontianak berada di angka 8,29 persen, sehingga dibutuhkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan terampil agar mampu bersaing di dunia kerja.
Lebih lanjut, Edi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen mendukung iklim investasi melalui pembangunan infrastruktur memadai, regulasi yang ramah, serta penyederhanaan layanan perizinan. Upaya ini diwujudkan dengan penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang segera dilengkapi dengan Klinik Investasi untuk memudahkan pelayanan bagi para investor.
“Investasi harus didukung dengan cara kita membangun kualitas infrastruktur yang baik dan regulasi yang ramah,” katanya.
Sementara itu, Ekonom Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Muhammad Fahmi, menilai masuknya modal ke suatu daerah akan menciptakan aliran uang (cash flow) yang menggerakkan roda perekonomian dengan efek berganda (multiplier effect).
“Investasi merupakan salah satu pemicu utama pertumbuhan ekonomi. Dampaknya bersifat multiplier effect, mendorong pembangunan fisik, menyerap tenaga kerja, dan menumbuhkan sektor pendukung lainnya. Paling tidak, kawasan sekitar akan ikut hidup dan memberi efek berkelanjutan pada perputaran ekonomi,” kata Fahmi.
Ia mencontohkan masuknya gerai makanan berskala internasional di Pontianak sebagai bukti nyata dampak positif investasi.
Menurutnya, keberadaan waralaba besar tidak sekadar urusan konsumsi, tetapi juga membawa efek domino berupa pembangunan fisik, keterlibatan pemasok lokal, peningkatan pajak daerah, hingga peluang bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok sektor F&B.
“Pontianak sebagai kota kuliner dan perdagangan sangat potensial menjadi magnet investasi di Kalimantan Barat. Dengan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, investasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Fahmi.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






