SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Andreas Hugo Pareira: Pengibaran Bendera One Piece Bukan Tindakan Makar

Andreas Hugo Pareira: Pengibaran Bendera One Piece Bukan Tindakan Makar

Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira. (Beritasatu.com/Muhammad Farhan)

Jakarta (Suara Kalbar)- Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira, menegaskan bahwa maraknya pengibaran bendera bajak laut One Piece di sejumlah daerah menjelang HUT ke-80 RI tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan makar.

“Terlalu berlebih-lebihan kalau menganggap bendera One Piece sebagai tindakan makar,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/8/2025).

Andreas justru berpandangan pemasangan bendera One Piece merupakan bentuk ekspresi dan kebebasan sipil yang dijamin konstitusi.

Menurutnya, hal tersebut lebih merupakan bentuk ekspresi masyarakat terhadap kondisi sosial-politik saat ini.

“Ini menjadi bagian dari hak asasi manusia, sebagai bentuk kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan kegelisahan masyarakat,” katanya.

Andreas meminta pemerintah mengutamakan pendekatan yang humanis, dan persuasi untuk menangani polemik pemasangan bendera tersebut. Alasannya, tidak ada pelanggaran hukum saat masyarakat memasang bendera One Piece.

“Karena tidak ada bentuk pelanggaran hukum, tidak pula menghina simbol negara. Mereka hanya berekspresi dengan caranya yang hari ini zaman pun sudah makin terbuka dan maju,” katanya.

Di sisi lain, Andreas sendiri tetap mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih selama bulan kemerdekaan tanpa embel-embel bendera lain.

“Untuk menghormati peringatan proklamasi, yang kita utamakan adalah merah putih,” ujar Andreas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan pengibaran One Piece menjelang perayaan HUT RI  sebagai bentuk provokasi yang merendahkan derajat dan kewibawaan bendera merah putih.

“Sebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri untuk tidak memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa,” ujar Budi, Jumat (1/8/2025).

Pada hari yang sama, Wakil Ketua DPR menyebutkan pengibaran bendera One Piece sebagai gerakan untuk memecah belah bangsa.

“Ada gerakan sistematis untuk memecah belah kesatuan bangsa,” ujar Dasco kepada wartawan di Jakarta.

Dasco mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan bersatu melawan upaya tersebut. Tetapi, tiga hari setelahnya, Dasco memberi klarifikasi menyebut bendera One Piece sebagai bentuk kreativitas dan ia menganggap tak masalah apabila dikibarkan.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan