Qantas Airlines Diretas, Data 6 Juta Pelanggan Diduga Bocor
Suara Kalbar – Maskapai penerbangan terbesar Australia, Qantas Airlines, dikabarkan terkena hack. Seorang peretas dunia maya membobol basis data yang berisi informasi pribadi jutaan pelanggan Qantas.
Peretas tersebut menargetkan pusat panggilan dan memperoleh akses ke platform layanan pelanggan pihak ketiga, yang berisi 6 juta nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer.
Maskapai penerbangan tersebut tidak menyebutkan lokasi pusat panggilan atau pelanggan yang diretas. Hanya saja, mereka mengatakan mengetahui pelanggaran tersebut setelah mendeteksi aktivitas yang tidak biasa pada platform tersebut, dan segera bertindak untuk mengatasinya.
“Kami terus menyelidiki proporsi data yang telah dicuri, meskipun kami memperkirakan jumlahnya akan signifikan,” kata Qantas dalam laporannya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (2/7/2025).
Minggu lalu, Biro Investigasi Federal AS mengatakan bahwa kelompok kejahatan dunia maya Scattered Spider menargetkan maskapai penerbangan. Hawaiian Airlines dan WestJet Kanada pun telah melaporkan peretasan tersebut. Namun, Qantas tidak menyebutkan nama kelompok mana pun yang membobol data mereka.
“Yang membuat ini sangat mengkhawatirkan adalah skalanya dan koordinasinya, dengan laporan terbaru bahwa Qantas adalah korban terbaru dari peretasan,” kata direktur layanan keamanan siber Arctic Wolf, Mark Thomas.
Peretas Scattered Spider diketahui menyamar sebagai staf teknologi perusahaan untuk mendapatkan kata sandi karyawan. “Masuk akal jika mereka menjalankan taktik yang sama,” kata Thomas.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






