SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Headline Mobil Pengangkut JCH Sanggau Mogok dan Barang Jamaah Sempat Tercecer Saat Keberangatan Ke Pontianak

Mobil Pengangkut JCH Sanggau Mogok dan Barang Jamaah Sempat Tercecer Saat Keberangatan Ke Pontianak

Pj Sekda Sanggau Aswin Khatib sempat mengecek pintu bus no 3 yang tidak bisa di tutup sebelum diberangkatkan. SUARAKALBAR.CO.ID/Darmansyah

Sanggau (Suara Kalbar) – Mobil Bus pengangkut Jamaah Calon Haji (JCH) dari Kabupaten Sanggau menuju ke Pontianak. mengalami mogok sebanyak dua kali di perjalanan, sehingga membuat jamaah terlambat kedatangannya di Asrama Haji Pontianak.

Menurut laporan, bus nomor dua yang membawa JCH mengalami masalah teknis yang menyebabkan mobil mogok dua kali di perjalanan dan barang jamaah di bagasi bus nomor tiga sampai tercecer di jalan. Hal ini tentu saja membuat jamaah haji merasa tidak nyaman dan khawatir akan keterlambatan sehubungan masih adanya kegiatan di asrama haji Pontianak.

Kepala Kemenag Kabupaten Sanggau Anuar Akhmad ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan mengataan untuk bis nomor 2 yang mogok, penumpangnya di bagi dua, sebagian ke bis satu dan sebagian lagi ke bis tiga.

“Tas jamaah yang terjatuh dari bus nomor tiga sudah ketemu semua karena ada yang melihat ketika jatuh. Alhamdulillah saat ini semua jamaah sudah masuk asrama haji Pontianak yang tiba pukul 16.30 WIB,”ujar Anuar Akmad

Sementara itu salah satu JCH sangat menyesalkan pemilihan bus yang tidak memeriksa kelayakan untu perjalanan jauh demi keselamatan dan kenyamanan. Mereka bahkan menyatakan bahwa bus nomor dua dari awal saja sudah diarahkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengganti ban depannya yang gundul. Selain itu, menjelang keberangkatan, bus nomor 3 juga mengalami masalah dengan pintu belakang yang tidak bisa ditutup sehingga harus diikat pakai tali dari dalam.

“Mudah-mudahan diwaktu mendatang jika memilih bus untuk keberangkatan, pemerintah dapat memilih bus yang benar-benar layak jalan dan sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan. Mereka berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,”harapnya.

Keselamatan dan kenyamanan penumpang atau Jamaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan keberangkatan.

“Pemerintah atau pengurus haji harus memastikan bahwa semua aspek keberangkatan jamaah haji telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pemilihan bus yang layak dan sesuai dengan standar keselamatan,”tutupnya.

Penulis: Darmansyah

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan