DPR Soroti Proyek Tambang, Iyeth: Jangan Korbankan Masyarakat dan Lingkungan
Jakarta (Suara Kalbar)- Penyanyi sekaligus anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami, menyoroti secara kritis pengelolaan lingkungan oleh perusahaan tambang batu bara, khususnya PT Bukit Asam. Ia menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup harus menjadi perhatian utama dalam operasional proyek tambang.
Wakil rakyat asal Riau ini menyatakan dukungannya terhadap kebijakan hilirisasi batu bara sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor energi nasional. Namun, ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari perusahaan mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR bersama PT Bukit Asam, sebagaimana dikutip dari Channel YouTube Komisi XII DPR pada Minggu (11/5/2025).
“PT Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara harus memastikan seluruh kegiatan sesuai dengan peraturan lingkungan hidup seperti amdalnya, tidak mengorbankan ekosistem dan peduli pada kesehatan masyarakat di sekitar operasional tambang batu bara,” ungkap Iyeth Bustami.
Ditambahkan Iyeth, pembukaan proyek pertambangan di daerah harus memiliki rencana mitigasi bencana bila memang ada permasalahan yang terjadi dalam proses penambangan agar tidak berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar lokasi tambang.
“Perusahaan proyek penambangan juga harus transparan terhadap penanganan limbahnya, emisi karbonnya, dan konservasi air. Jangan sampai masyarakat sekitar tambang tambah sengsara akibat proyek tambang tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Iyeth Bustami juga menyinggung kemudahan perusahaan tambang dalam memperoleh izin dan keringanan pajak. Proses penambangan tersebut, tutur Iyeth, juga harus bisa menimbulkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Jangan malah melukai masyarakat di sana apalagi melakukan intimidasi agar proyeknya bisa berjalan lancar,” tandas Iyeth Bustami.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






