SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak 89 Peserta Ramaikan Lomba Menyumpit di PGD Kalbar 2025

89 Peserta Ramaikan Lomba Menyumpit di PGD Kalbar 2025

Para peserta kategori perorangan putri tengah bersiap dalam lomba menyumpit di Pekan Gawai Dayak 2025 di Rumah Radakng, Pontianak pada Kamis (22/5/2025). [SUARAKALBAR.CO.ID/Meriyanti]

Pontianak (Suara Kalbar)- Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat 2025 yang digelar pada 20–24 Mei di Rumah Radangk, Pontianak, menampilkan berbagai lomba unik yang mencerminkan kekayaan budaya suku Dayak. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba menyumpit, olahraga tradisional yang berasal dari senjata khas Suku Dayak.

Sumpit, yang dulunya digunakan untuk berburu di hutan, kini diangkat sebagai bagian dari pelestarian budaya dan telah menjadi cabang olahraga tradisional.

“Sumpit ini kan sebenarnya senjata tradisional suku Dayak di Kalimantan, tapi sekarang tidak lagi digunakan untuk berburu tapi digunakan untuk olahraga,” ujar Alexander Rombonang, Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Sosial dan SDM, saat ditemui di Rumah Radangk, Kamis (22/5/2025).

Ia mengungkapkan selain digunakan sebagai ajang olahraga, lomba menyumpit ini juga merupakan perpanjangan tradisi budaya tradisional di Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini memang dilakukan untuk mensyukuri yang dikerjakan tapi lebih dari pada itu di pekan gawai Dayak ini mengadirkan berbagai lomba yang yang bertujuan untuk mewariskan budaya,” ujarnya.

Alexander turut bangga dengan para atlet yang bersedia mengikuti lomba ini dan ikut mewarisi tradisi dan budaya khas Suku Dayak.

“Saya begitu bangga dengan para atlet, sebenarnya hal ini terkesan sepele ya tapi sebenarnya banyak orang yang tertarik dengan fenomena back to Nature atau kembali ke budaya bangsa,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini akan semakin di minati masyarakat, khusunya generasi muda saat ini.

Selain itu, Dani, Koordinator dari lomba menyumpit di PGD 2025 menyampaikan bahwa tahun ini, lomba diadakan dalam dua kategori yaitu perongan putra dan perorangan putri.

“Tahun ini lomba menyumpit diadakan dalam dua kategori yaitu perorangan putra dan perorangan putri, dengan jarak tembak untuk putra 20 meter dan putri 15 meter,” ujarnya

Tahun ini peserta lomba mencapai 89 orang dari 12 Kabupaten/Kota, Dewan Adat Dayak serta sanggar sanggar di Kalbar.

 

Penulis: Meriyanti

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan