Mobil Listrik Melejit Global, Indonesia Masih di Jalur Perlahan
Suara Kalbar – Pasar mobil listrik melesat tajam di berbagai negara pada awal 2025. Penjualan kendaraan elektrifikasi, termasuk mobil listrik murni (BEV) dan hybrid plug-in (PHEV), mencetak rekor di banyak pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China.
Menurut laporan Rho Motion, dikutip Carscoops, Minggu (20/4/2025), sepanjang kuartal I 2025, sekitar 4,1 juta unit kendaraan elektrifikasi terjual secara global, naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di Amerika Utara, penjualan naik 16%, sementara Eropa tumbuh 22%. China, sebagai pasar terbesar, bahkan mencatat lonjakan hingga 36%, dengan total 2,4 juta unit kendaraan listrik terjual dalam tiga bulan pertama.
Namun, di tengah kabar pertumbuhan ini, muncul awan gelap berupa pemangkasan subsidi di Eropa dan ancaman tarif baru dari pemerintahan Trump di Amerika Serikat. Faktor-faktor ini dikhawatirkan bisa memperlambat laju pasar mobil listrik ke depannya.
Meski begitu, tren global tetap menunjukkan arah yang kuat. “Kuartal ini mencatat pertumbuhan yang solid meski situasi pasar tidak stabil. Negara seperti Inggris bahkan cetak rekor penjualan di bulan Maret,” kata Charles Lester, manajer data dari Rho Motion.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
Meskipun pasar mobil listrik melesat di tingkat global, Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan. Sepanjang 2024, penjualan mobil listrik murni (BEV) di Indonesia memang mencatatkan peningkatan signifikan. Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa pangsa pasar mobil listrik mencapai 5 persen, atau setara 43.188 unit dari total penjualan mobil secara nasional.
Namun, untuk 2025, angka penjualan mobil listrik diproyeksi tidak terllau tinggi meski mobil-mobil listrik baru terus berdatangan. Diperkirakan pangsa pasar mobil listrik Indonesia bisa tembus 7-8% dari total market tahun ini.
Dengan target total penjualan mobil tahun ini sekitar 900.000 unit, artinya pasar mobil listrik nasional bisa menyentuh angka 72.000 unit jika prediksi itu tercapai. Sangat jauh jika dibandingkan dengna penjualan mobil listrik di luar Indonesia.
Apalagi berdasarkan data wholesales yang dikeluarkan Gaikindo baru-baru ini angka penjualan mobil secara keseluruhan justru menurun dibandingkan periode yang sama. Melansir data Gaikindo, pada periode Januari-Maret 2025 industri otomotif roda empat Indonesia mencatatkan penjualan wholesalessebanyak 205.160 unit.
Angka tersebut turun sekitar 4,7% dari periode Januari-Maret 2024 yang saat itu mencatat wholesales 215.250 unit. Penurunan angka itu otomatis juga berdampak pada penjualan mobil listrik.
Jadi, di tengah kabar pertumbuhan di luar negeri dan optimisme pelaku industri dalam negeri, satu hal jadi jelas: pasar mobil listrik melesat secara global, dan Indonesia tak bisa tinggal diam. Pertanyaannya sekarang, kapan Indonesia benar-benar menyusul?
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






