SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Opini Pasar Rakyat Simbol Keseriusan Pemda Menata Ekonomi Rakyat

Pasar Rakyat Simbol Keseriusan Pemda Menata Ekonomi Rakyat

Akmal Azis, Penggiat Social Responsibility & Sustainability.

Oleh: Akmal Azis, Penggiat Social Responsibility & Sustainability

PEJABAT Pemerintah Pusat dan Daerah di seluruh Indonesia mulai sidak ke pasar-pasar rakyat dan pasar modern untuk memantau pergerakan harga barang pokok menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Termasuk Pemda se Kalbar memulai aktivitasnya terjun langsung memantau harga sembako ke pasar rakyat, pastikan harga tidak naik, akhir bulan Pebruari 2025.

Hal ini tampak seperti gebrakan yang biasa-biasa saja (hanya pantau harga), seharusnya aktivitas sidak menjadi kerja-kerja pejabat yang lebih serius, tuntas, kreatif, efisien dan efektif untuk pencapaian target-target program pertumbuhan pasar rakyat itu sendiri sebagai pusat perbelanjaan, perdagangan dan geliat ekonomi daerah.

Sidaklah seluruh kebijakan dan program Pasar Rakyat yang diusung oleh Pemda, lalu sejauh mana kesenjangan antara kondisi kinerja terkini dan harapan idealnya. Temukan seluruh tantangan, permasalahan dan kerumitan pasar rakyat karena memang masih dikelola setengah-setengah, belum dikelola secara baik dan bertanggung jawab.

Lalu tawarkan dan tetapkanlah kebijakan desain pasar rakyat yang memberikan semangat datang berdagang berdagang dan berbelanja. Sebagaimana semangat kita mendatangi café-café kopi yang tumbuh cepat dimana-mana.

Dalam pergaulan sehari-hari di warkop, ada kalimat ringan dan sederhana yang sering menjadi tolok ukur kemajuan dan keseriusan dalam tata kelola bermasyarakat.

Bagaimana tata kelola dalam rumah tangga seseorang? Mari melihat pengelolaan WC/Kamar mandinya. Bagaimana tata kelola warga dalam satu komplek perumahan, lihatlah pengelolaan masjidnya, sedangkan bagaimana tata kelola Pemda/Pemkot adalah bagaimana keseriusan mereka mengelola pasar tradisional atau pasar rakyat, termasuk WC Pasar.

Pasar rakyat adalah simbol kemajuan ekonomi masyarakat, pasar rakyat jadi tolok ukur dan sekaligus cermin keseriusan Pemerintah daerah memajukan ekonomi wilayahnya.

Pasar rakyat harus bisa bertumbuh, berdaya saing dan lajunya dinamis seiring pertumbuhan jumlah penduduk daerah atau kota atau bahkan tetap sebagai pasar rakyat, rasanya seperti masuk mall. Sehingga Pemda perlu menata dan mengelola pasar rakyat dengan sangat serius, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artinya keberadaan pasar rakyat terus didukung kebijakan dan program lain misalnya perihal tata ruang, kemitraan/kolaborasi, ada pembenahan tim pengelola pasar yang handal dan investasi daerah.

Pasar itu harus memiliki tim pengelola yang cakap dan mandiri, mampu memikirkan pertumbuhan, perluasan dan seterusnya hingga bisa kreatif terus berbenah (improvement), jangan stagnan alias jalan ditempat.

Momentum Pejabat Pemda/Pemkot inspeksi pasar rakyat secara rutin tentang harga menjelang atau selama bulan Ramadhan ini, sangat disayangkan jika hanya menengok harga, lalu apa gagasan dan desain pasar selama masa pemerintahannya?

Kita harus ingat, pasar itu tempat yang sangat disenangi setan, pesan Rosulullah SAW. Karena didalamnya banyak transaksi, sehingga rawan terjadinya tindakan penipuan, kejahatan, atau keburukan lainnya.

Kita belajar meneladani Rosulullah saw ketika membangun peradaban awal, memulai membangun masjid dan pasar secara serius. Lalu keduanya tumbuh beriringan, karena keduanya adalah tolok ukur peradaban masyarakat Islam dari masa ke masa.

Jika pasar tidak serius dikelola, alamat akan memberikan ruang kesempatan menjadi pusat kejumudan peradaban, dan bahkan kemaksiatan. Sehingga tidak salah juga lalu kita dapat menilai bahwa cermin buruk tata kelola pemerintah daerah tidak perlu rumit-rumit, cukup dilihat bagaimana mereka mengelola Pasar Rakyat. Jika Pasar Rakyat masih buruk, itulah wajah kemampuan tata kelola dan kinerja Pemda.

Semoga tulisan ini menjadi surat tanda perhatian ke Pemda, tolonglah dipikirkan segera kebijakan dan program tuntas mengenai Pasar Rakyat selama 5 tahun masa kekuasaannya.

Ubahlah pasar Rakyat menjadi Pasar Berkelas yang aman, nyaman dan bersih. Jangan membiarkan pasar Rakyat kembali menjadi pasar tradisional.

Kita acungkan dua jempol, bilamana pasar rakyat bisa bertransformasi menjadi salah satu alternatif berbelanja dan destinasi wisata daerah yang digandrungi emak-emak. ***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan