Opini  

Isu Politik Ekonomi: Kebijakan Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kalimantan Barat

Pelanihan atau Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalbar. [ANT]

Oleh:

Mansyah Sani Alfayeid (E2092211003), Kundori (E2092211005) dan Antir (E2092211001)

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura Pontianak

Abstrak:

Pelabuhan merupakan salah satu yang sangat penting dalam proses perdagangan, baik itu perdagangan antar pulau maupun internasional. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis studi kasus yang akan dipaparkan secara deskriptif. Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pelabuhan Internasional Kijing merupakan infratrustur yang sangat penting bagi perekonomian dan pembangunan provinsi Kalimantan Barat karena meningkatkan daya saing produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalbar, seperti: CPO, Alumina, Bauksit, dan Komoditas lainnya, serta dapat maningkatkan dalam percepatan ekspor keluar provinsi maupun luar Negara.

Keywords:

Pelabuhan Internasional Kijing, Ekonomi Politik,  dan Masyarakat.

Pendahuluan

Sebagai negara kepulauan peran pelabuhan sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Kehadiran pelabuhan yang memadai berperan besar dalam menunjang mobilitas barang dan manusia di negeri ini. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi yang cukup besar adalah Provinsi Kalimantan Barat. Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km persegi, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak, dan 15.500 hektare laut (Hendri. 2016).

Dalam perspektif pengembangan ekonomi maritim maka pembangunan dan pengembangan pelabuhan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari evaluasi ekonomi lingkungan dan konservasi ekosistem untuk mencapai sasaran pembangunan dan pertumbuhan inklusif. Optimalisasi dan harmonisasi kepentingan ekonomi, sosial, dan sumber daya alam maka daya dukung ekologis menjadi prasyarat pembangunan untuk mencapai manfaat ekonomi dan sosial.

Pembangunan pelabuhan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari strategi pembangunan dan pengelolaan, interdependensi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta pemenuhan hidup berkualitas lintasgenerasi. Pengembangan pelabuhan berkelanjutan terkait dengan aspek regulasi dan penguatan pelayanan publik, dan peningkatan peran investasi swasta (Hariyadi dkk., 2020). Namun dalam prosesnya isu-isu ekonomi politik tidak akan pernah lepas dari paradigma masyarakat terkait system pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini hubungannya terhadap pembangunan infrastruktur suatu daerah.

Ekonomi politik dapat dipahami sebagai istilah kolektif untuk teori dan pendekatan yang menekankan perlunya menganalisis keterkaitan antara proses ekonomi dan keadaan politik tertentu. Schubert & Klein dalam Hardy (2014) Mengatakan bahwa ekonomi politik memiliki keterkaitan antara proses ekonomi dan keadaan politik tertentu. Ekonomi politik kerap dikaitkan dengan perencanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Deliarnov (2006), studi ekonomi politik mengacu pada masalah dasar dalam teori sosial, meliputi hubungan yang melibatkan ilmu ekonomi dan politik. Makna ekonomi politik kerap tertukar atau dinilai sama dengan istilah politik ekonomi.

Tetapi pada dasarnya ekonomi politik dan politik ekonomi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Metode analisis politik ekonomi digunakan untuk memahami permasalahan ekonomi dengan strategi yang bermula dari teori politik. Disisi lain ekonomi politik digunakan untuk memahami permasalahan-permasalahan politik dengan pendekatan teori ekonomi. Oleh sebab itu, konsep kebijakan publik memiliki kaitan yang sangat erat dengan ekonomi politik. Hubungannya adalah disiplin ilmu ekonomi politik digunakan untuk membahas hubungan antara berbagai aspek baik proses, dan institusi politik dengan kegiatan ekonomi (Deliarnov. 2006).

Pelabuhan merupakan salah satu yang sangat penting dalam proses perdagangan, baik itu perdagangan antar pulau maupun internasional. Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, peranan pelabuhan menjadi sangat vital dalam mendorong pertumbuhan perekonomian, terutama daerah hinterlandnya menjadi tempat perpindahan barang dan manusia dalam jumlah banyak. Sebagai bagian dari sistem transportasi, pelabuhan memegang peranan penting dalam perekonomian.

Pelabuhan dapat berperan dalam merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan industri. Tidak terkecuali kondisi yang ada diwilayah kabupaten Mampawah, Kalimantan barat daerah tempat pelabuhan internasional kijing di bangun. Dilihat dari aspek topografi wilayah, Kabupaten Mampawah secara geografis terletak pada posisi 0°44’ Lintang Utara dan 0°0,4’ Lintang Selatan serta 108°24’ – 109°21,5’ Bujur Timur. Karakter fisik wilayah terdiri dari daerah-daratan yang sebagian besar terdiri atas pulau-pulau pesisir yang memiliki lautan.

Sebagai konsekuensinya perlu ada sarana transportasi laut yang memadai. Untuk itu, saat ini telah dibangun pelabuhan internasional kijing yang menghubungkan transporatasi laut antar Kecamatan, kota, dan pulau, maka perlu diatur pengelolaannya guna kelancaran, ketertiban, keamanan dan keselamatan aksesibilitas turun naiknya penumpang dan bongkar muat barang/jasa untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat serta mendukung investasi daerah Kabupaten Mampawah.

Metode

Pada tulisan ini kami menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis studi kasus yang akan dipaparkan secara deskriptif. Menurut Sugiyono (2019) metode penelitian kualitatif sering disebut merupakan suatu metode yang naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, atau sebagai metode enographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk bidang antropologi budaya, disebut sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Pada penulisan kali ini menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan atas studi pustaka, data-data dalam penelitian didapatkan melalui literature berupa buku-buku, jurnal, buletin cetak, serta sumber-sumber artikel dari internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Pembahasan

Masyarakat dalam konteks pembangunan merupakan unsur utama, oleh sebab itu partisipasi masyarakat menjadi hal paling mendasar yang harus diserap agar pembangunan yang dilakukan menjadi lebih bermakna dan terarah. Tanpa adanya partisipasi masyarakat, maka pembangunan akan bermakna ganda: pertama, sebagai ajang tipu elit kepada masyarakat dan kedua, sebagai perwujudan demokrasi palsu, sebab pembangunan tidak lebih sebagai gagasan dan kepentingan elit belaka (Ashari dkk., 2015).

Begitu juga dalam hal pembangunan pelabuhan internasional Kijing di Mempawah dilansir oleh Nasir (2022) dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian dan pembangunan di Kalbar, Hal tersebut dikatakannya Gubernur Kalimantan Barat saat mengadakan peninjauan Proyek Pelabuhan Samudra Kijing didampingi Kapolda Kalbar. Dengan adanya pelabuhan internasional Kijing tersebut, dapat lebih memudahkan masuk dan keluarnya barang di Kalimantan Barat dan kedepan kapal-kapal besar akan masuk serta tentunya akan mempengaruhi harga komoditi yang ada, karena selama ini kapal yang berlabuh di Pelabuhan Dwikora Pontianak hanya kapal kecil, hanya sekitar 2000A½2500 DWT, sehingga kost yang dikeluarkan jadi lebih besar. Dengan dibangunnya pelabuhan besar di Pantai Kijing, Kabupaten Mempawah, maka hal itu akan memberikan nilai tambah bagi Kalbar. Baik itu bagi masyarakat secara umum maupun bagi Pemerintah Provinsi Kalbar.

Selain itu, pembangunan ini juga akan memberikan tambahan pendapatan bagi Pemprov Kalbar dan juga Pemkab Mempawah. Hal ini penting karena selama ini hasil sumber daya alam, khususnya Crude Palm Oil (CPO) dari Kalbar diekspor melalui provinsi lain dikarena Kalbar tidak memiliki pelabuhan besar yang dapat dilabuhi kapal besar. Namun hal ini menimbulkan kekewatiran dari masyarakat sekitar karena masyarakat setempat tidak dilibatkan secara langsung sehingga menimbulkan isu-isu akan adanya politik ekonomi yang dilakukan pemerintah setempat. Sasmito dan Dyanasari (2018) menjelaskan bahwa politik ekonomi merupakan sebuah studi produksi dan perdagangan yang memiliki hubungan dengan adat, pemerintah, dan yang terakhir hukum. Ilmu ekonomi politik ini menggunakan teori dan metode ekonomi yang mempengaruhi sistem sosial serta ekonomi.

Panjang Dermaga Pelabuhan Internasional Kijing tersebut sepanjang 1 km dengan lebar 100 m dan teleste sepanjang 3,5 km, luas dan lebar area sekitar 200 Hektar, ditambah dengan perlengkapan area fasilitas lainnya kurang lebih 400 hektar. Area Pelabuhan Internasional Kijing juga sudah di-ploting dengan area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sekitar Pelabuhan dan kurang lebih 5.000 hektar akan ditempati oleh para pengusaha yang akan berinvestasi di wilayah pelabuhan tersebut, diantaranya perusahaan yang sudah berinvestasi yakni, PT. Wilmar serta PT. Saraswanti yang akan mendirikan pabrik pupuk dari Kota Surabaya, Jawa Timur, dan masih banyak perusahaan besar yang akan berinvestasi di pelabuhan darat ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung Pelabuhan Internasional Kijing. Insya Allah sehingga retribusi CPO kelapa sawit dan sangat besar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Barat. Dengan mendapatkan kontribusi dari CPO, maka perekonomian kita akan terangkat (Kalbarprov.co.id. 2022).

Pelabuhan memiliki peran penting dalam menopang kemajuan suatu daerah termasuk di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, proyek Pelabuhan Internasional Kijing dinilai sangat penting guna mendorong pertumbuhan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah tersebut. Pelabuhan Internasional Kijing memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekspor SDA di Kalimantan Barat dan berperan sebagai gerbang ekspor dan impor barang. Karna lokasinya yang strategis dan berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pelayanan dan permasalahan teknis lokasi di Pelabuhan Dwikora Pontianak, seperti kedalaman alur kolam dan sedimentasi.

Pelabuhan Internasional Kijing merupakan terminal terbesar di Kabupaten Mempawah yang akan beroperasi di Kalimantan Barat. Nantinya terminal ini akan mendukung serta bersinergi dengan Ibu Kota Nusantara. Selain itu, Terminal Kijing juga berperan dalam mengakomodasi peningkatan pesat permintaan layanan akibat perkembangan industri CPO, bauksit dan kegiatan perkebunan lainnya. Sehingga keberadaannya menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam mendorong kemajuan Kalbar .

Adapun Terminal Kijing ini dibangun dalam rangka mendukung Program Pemerintah dalam mengimplementasikan Tol Laut untuk meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia dalam rangka menekan biaya logistik serta sebagai salah satu dari beberapa Hub Port yang menjadi komponen dari tol laut (Direktorat Jendral Perhubungan Laut, 2022).

Pelabuhan Internasional Kijing merupakan pintu keluar utama 4-5 juta ton Cruide Palm Oil (CPO) pertahun. Hal yang luar biasa jika Pelabuhan Internasional Kijing bisa mengambil pangsa ekspor sekitar 2 juta ton. Dalam percepatan ekspor, diperlukan tangki timbun, saat ini PT. Wilmar memiliki tangki timbun yang jaraknya sekitar 2-3 kilometer dari Pelabuhan Internasional Kijing. Akses masuk melalui tangki timbun milik PT. Wilmar kemudian disalurkan ke kapal dengan menggunakan pipa akan lebih efisien dan tidak menggangu lalu lintas dermaga. Sehingga beban jalan bergerak dapat membawa 8.000 liter atau 7 ton CPO (Muharrami, 2021). Kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah. Pemerintah daerah harus sigap menangkap cakupan peluang yang ada.

Kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalbar, seperti: CPO, Alumina, Bauksit, dan Komoditas lainnya. Dengan nilai investasi sekitar Rp. 2,9 Triliun, kehadiran pelabuhan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia dan juga antar negara. Pelabuhan Internasional Kijing memiliki kapasitas 500 ribu Teus dan 8 juta non petikemas. Ini sangat besar sekali. Dengan adanya pelabuhan Internasional Kijing diharapkan dapat menggantikan pelabuhan yang lama dan memberikan ruang tumbuhnya titik-titik industri baru, serta memberikan kesempatan bagi kapal tol laut yang membawa produk dalam negeri untuk menyinggahi Provinsi Kalbar.

Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan yang akan diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah, Adapun fasilitas yang ada di dalamnya adalah meliputi terminal petikemas dan terminal multipurpose dengan panjang dermaga 1000 M, trestle dengan panjang 3.450 m, dengan estimasi kapasitas terminal petikemas sebesar 500.000 TEUs dan estimasi kapasitas terminal multipurpose sebesar 500.000 Ton yang didukung lahan seluas 200 Hektare, dengan persiapan pendukung operasional antara lain: penetapan daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKR) dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKP), penetapan perairan wajib pandu, pemberian izin uji coba operasi, penetapan alur pelayaran,pelimpahan pemanduan dan penerbitan izin operasional (Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, 2022).

Penutup

Berdasarkan uraian diatas, maka dalam disimpulkan bahwa Pelabuhan Internasional Kijing merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi perekonomian dan pembangunan Provinsi Kalimantan Barat, karena meningkatkan daya saing produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalbar seperti: CPO, Alumina, Bauksit, dan Komoditas lainnya, serta dapat maningkatkan dalam percepatan ekspor keluar Provinsi maupun luar Negara.

Daftar Pustaka

Ashari, Masjudin., Wahyunadi., dan Hailuddin. 2015. Analisis Perencanaan Pembangunan Daerah Di Kabupaten Lombok Utara (Studi Kasus Perencanaan Partisipatif Tahun 2009-2013). Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik. 6(2): 163-180.

Direktorat Jendral Perhubungan Laut, 2022. Dorong Pertumbuhan Ekspor Sda Di Kalimantan Barat, Ditjen Hubla Kembangkan Terminal Internasional Kijing. https://hubla.dephub.go.id/home/post/read/12070/dorong-pertumbuhan-ekspor-sda-di-kalimantan-barat-ditjen-hubla-kembangkan-terminal-internasional-kijing.

Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik.Jakarta. Yogyakarta: Erlangga.

Hariyadi., Saragih, Juli Panglima., Sari, Rafika., Surya, T, Ade., Izzaty., Budiyanti Eka., Hermawan, Iwan., Sudarwati, Yuni. 2020. Pengembangan Pelabuhan Berkelanjutan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hardy, Jonathan. 2014. The Political Economy of Media Introduction. New York: Routledge

Muharrami, novi. 2021. Pelabuhan Internasional Kijing Siap Diresmikan Presiden. https://kalbarprov.go.id/berita/pelabuhan-internasional-kijing-siap-diresmikan-presiden.html.

Nasir. 2022. H Sutarmidji Pelabuhan Kijing Berdampak Besar Perekonomian Dan Pembangunan Kalbar. https://kalbarprov.go.id/berita/h-sutarmidji-pelabuhan-kijing-berdampak-besar-perekonomian-dan-pembangunan-kalbar.html.

Kalbarprov.co.id. 2022. Pelabuhan Internasional Kijing Dongkrak Perekonomian Kalba. https://siap-adpim.kalbarprov.go.id/pelabuhan-internasional-kijing-dongkrak-perekonomian-kalbar/

Kemantrian Perhubungan Republik Indonesia. 2022. Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak. http://dephub.go.id/post/read/peningkatan-daya-saing-produk-unggulan-presiden-joko-widodo-resmikan-terminal-kijing-pelabuhan-pontianak.

Rival, Hendri. 2016. Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Di Sektor Perikanan Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Tanjungpura Journal of Law. 3(3): 1-26.

Sasmito, Cahyo and Dyana, Sari. 2018. Pengantar Ekonomi Politik. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3331869.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabet.