DPRD Kalbar Terima Aksi Demo Mahasiswa, Ini Tuntutannya
Pontianak (Suara Kalbar) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat menerima aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Gedung DPRD Kalbar pada Kamis (20/2/2025) sore.
Dalam aksi tersebut, setidaknya 300 orang gabungan mahasiswa dan masyarakat umum menyuarakan berbagai tuntutan saah satunya terkait efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, terutama yang berdampak pada sektor infrastruktur dan pendidikan.
Anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PAN, Zulfydar Zaidar menegaskan bahwa pihaknya menghargai aspirasi mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
“Kita tentu menyambut baik apa yang telah disampaikan oleh para mahasiswa dan kami, tentu masing-masing fraksi akan menyampaikan hasil ini kepada pimpinan,” ujar Zulfydar Zaidar usai mendengarkan aspirasi mahasiswa.
Zulfydar juga menambahkan bahwa DPRD Kalbar akan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua DPRD sebelum menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada komisi-komisi terkait.
Senada dengan itu, anggota DPRD Kalbar dari Fraksi NasDem, Syarif Amin, mengatakan bahwa mahasiswa menolak efisiensi anggaran yang dianggap mengganggu program infrastruktur dan pendidikan.
“Jadi mahasiswa itu mengingatkan infrastruktur itu jangan dipotong, dan efesiensi tersebut. Juga pendidikan jangan dipotong,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa DPRD Kalbar hanya memiliki kewenangan untuk meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PKB, Mulyadi Tawik, menekankan bahwa apa yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari tugas DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Termasuk yang selama ini banjir, jalan infrastruktur yang rusak dan sebagainya. Yang dimana Kalimantan Barat ini begitu luas. Terus infrastruktur kesehatan kita juga tidak memadai. Termasuk pendidikan kita tidak memadai. Sementara efisiensi dilakukan oleh pemerintah,” jelasnya.
Mulyadi juga menilai bahwa pemerintahan saat ini masih dalam tahap awal terkait 100 hari kepemimpinan Presiden Prabowo, sehingga belum bisa dinilai secara menyeluruh. Namun, ia mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan sopan dan dialog terbuka.
“Saya kira ini mahasiswa lakukan dengan ramah-ramah, sopan, santun dan mau berdialog secara duduk bersama seperti ini. Itu yang kita harapkan,” tambahnya.
DPRD Kalbar memastikan bahwa aspirasi mahasiswa akan diteruskan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, hal itu ditandai dengan adanya penandatangan dokumen perjanjian penyelesaian masalah yang nantikan akan diteruskan ke tingkatan yang lebih tinggi.
Penulis: Maria
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






