Galeri Kepresidenan RI di Kalimantan Barat

  • Bagikan
Syafaruddin Daeng Usman pendiri Poesaka dan Pustaka.[HO-Dok Pribadi]

Pontianak (Suara Kalbar) – Sejarah panjang suatu bangsa tak terlepas dari adanya para tokoh bangsa yang mewarnai sebuah riwayat panjang dari bangsa itu sendiri. Dari para tokoh bangsa itu, tak terkecuali para pemimpin negara dan bangsa, baik yang masih menjabat, sudah purna tugas, maupun yang sudah wafat.

Tak terkecuali juga para presiden dan wakil presiden RI. Untuk mengenal lebih dekat dan mengapresiasi peran besar mereka, tentu perlu pengenalan lebih lanjut. Untuk yang terakhir ini, antaranya dengan membaca profil mereka, baik berupa dokumen dan arsip, terutama buku-buku serta terbitan lainnya.

“Terpanggil untuk hal itu guna dijadikan motivasi bagi generasi penerusnya, saya berusaha menghimpun berbagai koleksi foto, dokumen, arsip terutama buku mengenai sosok figur para presiden dan wakil presiden RI dan periode ke periode,”kata Syafaruddin Daeng Usman pendiri Poesaka dan Pustaka kepada Suarakalbar.co.id, Selasa (24/1/2023).

Lembaga yang menggeluti upaya pelestarian dokumen dan arsip sejarah serta budaya Kalimantan Barat dan Nusantara ini, sudah berdiri sejak Maret 1993. Hingga usia 30 tahun lembaga ini memiliki sedikitnya 5 ribu koleksi buku.

“Seribuan koleksi buku jadul dan lawas di antaranya,”tambah Syafaruddin.

Khusus koleksi tentang presiden dan wakil presiden, disebut Syafaruddin, tak kurang dari lima ratusan judul. “Termasuk puluhan terbitan di masa Bung Karno dan Bung Hatta,”lanjutnya.

Selain menyimpan koleksi khusus tersebut, pria yang disapa Bang Din ini juga mengupayakan untuk menghimpun koleksi tentang para perdana menteri yang pernah menduduki jabatannya di Indonesia.

“Saya berharap pemerintah Republik Indonesia mau memperhatikan upaya ini, karena upaya yang dilakukan ini tak lain kecuali untuk menegaskan bahwa ada banyak keteladanan yang bisa diwarisi dari para tokoh dan pemimpin bangsa pada masanya,”ujarnya lagi.

Bang Din menyebut, di antara koleksi yang terus ditata itu, terdapat pula sejumlah pidato para presiden dan wakil presiden RI saat berkunjung ke Kalimantan Barat.

“Di samping itu juga ada foto dan arsip lainnya saat kehadiran para pemimpin bangsa ini di Kalbar. Termasuk saat Wakil Perdana Menteri Mr Mohamad Roem waktu mengunjungi Pontianak di tahun 1950-an,” imbuhnya.

Dia merencanakan akan menyerahkan beberapa dokumen, arsip maupun buku yang terbilang lawas dan jadul tentang Kalimantan Barat di masa kolonial kepada ANRI maupun Perpustakaan Nasional RI.

“Saya pun akan menitipkan sejumlah koleksi lainnya di perpustakaan khusus kepresidenan RI yang ada kaitannya langsung dengan kunjungan presiden atau wakil presiden di Kalbar,”pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

  • Bagikan