SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak UMKM Kota Pontianak Terima Bantuan Alat Produksi Hingga Sertifikasi Halal

UMKM Kota Pontianak Terima Bantuan Alat Produksi Hingga Sertifikasi Halal

Penyerahan bantuan alat produksi UMKM secara simbolis oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Selasa (16/7/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Prokopim Pontianak. 

Pontianak (Suara Kalbar) – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pontianak terima bantuan sarana produksi industri berupa oven, mixer dan sealer serta sertifikasi halal. Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Selasa (16/7/2024).

Bantuan ini diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak kepada 11 pelaku UMKM dalam bentuk bantuan sarana produksi dan sertifikasi halal bagi 41 pelaku UMKM.

Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap bantuan yang diserahkan tersebut dapat meningkatkan produktivitas UMKM. Kepada pelaku UMKM yang belum memenuhi syarat, Ani Sofian berharap mereka dapat menerima bantuan setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Ada yang belum memenuhi syarat perizinan. Perizinan ini juga memberikan akses bagi perangkat daerah untuk membelinya dari e-katalog,” jelas Ani Sofian.

Penyerahan bantuan ini merupakan satu di antara bentuk kepedulian Pemkot Pontianak terhadap perkembangan UMKM di Kota Pontianak. Setiap upaya dilaksanakan untuk mendorong UMKM Kota Pontianak naik kelas.

Ani pun mengimbau, apabila ada pelaku usaha yang terbatas dalam permodalan, maka dapat mengajukan pinjaman ke BPR Khatulistiwa ataupun Bank Kalbar.

“Kita berupaya meningkatkan bantuan kepada UMKM, sehingga UMKM melengkapi persyaratannya untuk dapat diberikan bantuan,” pungkasnya.

Satu di antara pelaku usaha yang menerima bantuan sarana produksi industri berupa satu unit oven, Latifah (49) mengaku bahwa bantuan tersebut merupakan yang pertama baginya.

“Awalnya kita dihubungi Diskumdag, diminta untuk menyerahkan KTP, KK dan disurvei ke rumah,” tutur pelaku usaha yang menjual roti kap di Gang H Mursyid, Jalan Imam Bonjol ini.

Latifah merasa bersyukur dengan kepedulian Pemkot Pontianak terhadap UMKM. Ia berharap lebih banyak lagi UMKM yang menerima bantuan serupa ini. Kini, ia aktif memproduksi roti kap di rumahnya dengan hanya menerima pesanan, tanpa menitipkan ke toko-toko.

“Kalau dulu masih ada suami, antar ke toko-toko, sekarang tidak dititipkan di toko lagi. Dalam satu hari minimal 10 kg roti kao yang diproduksi,” ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan