Bisnis  

Sekuritas Lirik Kalbar, Potensi Pasar Modal Menjanjikan

Pembukaan Kantor KB Valbury Sekuritas di Pontianak (Antara)

Pontianak (Suara Kalbar)-Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Taufan Febiola, menyatakan bahwa semakin banyak perusahaan sekuritas yang melirik provinsi ini karena potensi pasar modal yang semakin menjanjikan.

“Hingga saat ini sudah ada 16 sekuritas di Kalbar termasuk yang baru buka yakni KB Valbury Sekuritas ini. Artinya di Kalbar saat semakin dilirik perusahaan sekuritas karena potensi pasar modal semakin menjanjikan,” ujarnya melansir dari ANTARA, Minggu(23/6/2024).

Taufan meyakini bahwa kehadiran perusahaan sekuritas akan semakin bermanfaat bagi masyarakat Kalbar.

“Kita dari industri pasar modal sangat ingin mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kalbar pun juga sangat menunjang pertumbuhan IKN, karena dari sisi pertumbuhan ekonomi di Kalbar ini cukup besar,” kata dia.

Kami sangat senang jika pasar modal bisa turut berperan lebih banyak, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Taufan Febiola.

Sementara itu, CEO KB Valbury Sekuritas, Oh Cheol-Wu, mengatakan bahwa mereka memilih membuka kantor cabang di Kota Pontianak karena potensi besar yang ada di Kota Khatulistiwa tersebut.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalbar Budi Rahman menyampaikan bahwa pasar modal di Pontianak sedang berkembang pesat.

“Pasar modal di Pontianak sedang berkembang pesat dan ini adalah hal yang baik. Kami berharap dengan hadirnya KB Valbury Sekuritas juga menjadi wajah baru bagi masyarakat Pontianak untuk menanamkan modal,” kata dia.

Kinerja pasar modal Kalbar juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Terlihat dari jumlah investor yang tumbuh sebesar 15,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi 175.491 SID (Single Investor Identification), yang didorong oleh investor saham sebanyak 20,66 persen atau 14.479 SID dan investor reksadana tumbuh sebesar 16,44 persen atau 2.420 SID.

Sementara nominal transaksi pasar modal di Kalbar juga meningkat 6,58 persen atau sebesar Rp80 miliar. Total pembiayaan pada posisi Maret 2024 sebesar Rp1,13 triliun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS