Memukul Tar, Gaya Unik Kepala SDN 14 Sungai Kunyit ketika Mengarak Siswa-siswi Khatamul Qur’an

Aksi unik Kepala SDN 14 Sungai Kunyit Fathur Rahman (kacamata hitam) memukul tar saat arak-arakan Khatamul Qur'an dalam rangkaian acara kelulusan siswa-siswi kelas 6, Kamis (13/6/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Untuk pertama kalinya, SDN 14 Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah melaksanakan khatamul Qur’an dalam rangkaian acara kelulusan siswa-siswi kelas VI Tahun Pelajaran 2023/2024.

Kegiatan ini diinisiasi oleh kepala sekolah bersama dewan guru dengan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini. Selain itu juga menjadi program sekolah dalam pengentasan baca tulis Al-Qur’an.

Hasil diskusi bersama wali kelas ditemukan tiga siswi kelas VI yang telah khatam Al-Qur’an atas bimbingan guru ngajinya.

Atas dasar itu, pihak sekolah menggelar tasyakuran khatamul qur’an yang dirangkai kelulusan kelas VI tahun Pelajaran 2023/2024.

Segala persiapan dilakukan pihak sekolah dengan mengundang orang tua kelas VI untuk rapat 1 bulan sebelum acara dilaksanakan. Setelah disepakati, maka ditentukan lah tanggal pelaksanaannya.

Pada Kamis 13 Juni 2024 kegiatan pun digelar. Diawali dengan arak-arakan siswi yang khataman dengan arak-arakan Bunge Manggar serta Pokok Telok, siswi khataman bersama orangtua dan guru ngaji diiringi musik tar.

Selanjutnya di barisan belakang diikuti tampak siswa kelas VI, orangtua dan beberapa guru.

Setidaknya, kurang lebih 800 meter jarak arak-arakan itu dilakukan dari rumah guru menuju sekolah.

Dan ada satu hal yang menarik dalam prosesi arak-arakan ini. Yakni pemain musik tar itu satu diantaranya adalah sang Kepala SDN 14 Sungai Kunyit, Fathur Rahman.

Saat prosesi arak-arakan, tidak sedikit warga terkejut saat menyaksikan aksi kepala sekolah memukul tar. Tak ayal, Fathur Rahman sontak menarik perhatian.

“Ada satu kebahagiaan yang tidak dapat diungkapkan saat bisa langsung mengarak mereka dalam acara khataman Al-Qur’an,” ujar Fathur Rahman kepada SUARAKALBAR.CO.ID usai kegiatan.

Menurut dia, para peserta didik adalah generasi penerus bangsa yang harus diapresiasi. Terlebih mereka telah mengkhatamkan Al-Qur’an sejak dini.

Untuk itulah, lanjut Fathur Rahman, pihak sekolah menggagas kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi mereka.

“Selain itu juga untuk menumbuhkan motivasi bagi adik-adik kelas mereka agar mencintai Al-Qur’an dan terus membacanya hingga mampu meng-khatamkan-nya, dan kalau bisa sebelum kelas VI sudah khatam Al-Qur’an,” paparnya.

Ungkapan penasaran juga datang dari beberapa guru, siswa dan orangtua yang hadir. Mereka tidak menyangka bahwa kepala sekolahnya bisa bermain musik tar.

“Kami kaget ternyata kepala sekolah kami bisa memainkan tar,” ungkap salah satu guru merasa tidak percaya.

Diketahui, Fathur Rahman dalam kesehariannya merupakan pemusik Orkes Melayu terkenal di Kabupaten Mempawah, yakni Medang Serai.

Orkes Melayu Medang Serai selain mengisi acara resepsi, juga biasa mengisi acara di kantor atau acara hiburan rakyat, dan acara-acara besar seperti Robo’-Robo’.

Selain itu, Fathur Rahman turut tergabung dalam Sanggar Pinang Sekayu dan lama berkecimpung dalam bidang kebudayaan, khususnya budaya seni musik dan tari Melayu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS