PWNU Kalbar Prediksi 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 10 April 2024

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat, Prof. Dr. KH. Syarif, M.A.[SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar Bahari]

Pontianak (Suara Kalbar) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat, Prof. Dr. KH. Syarif menyoroti persiapan menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah tahun ini. Syarif menekankan pentingnya koordinasi antara NU dengan Pemerintah dalam menentukan awal bulan Syawal.

Menurutnya, NU tetap mengikuti keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait penetapan hari raya Idul Fitri. Namun, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama bersama data dari Majelis Bilal Indonesia (Mabims) telah memberikan tanda-tanda yang menunjukkan kemungkinan awal bulan Syawal.

“Kementerian agama bersama data dari Mabims tanda-tanda tanggal Idul Fitri kelihatan berdasarkan hisab, berdasarkan hisab dan tilikan Mabims di tanggal 9 April itu khilal berada di 5,6 sampai 7 derajat, kemudian elongasi matahari terhadap bulan sudah 10 derajat sementara kriteria itu elongasi 7 kemudian derajat 3, artinya hisab sudah memenuhi,” jelas Prof. Syarif saati ditemui di ruangannya, Jum’at (05/04/2024) sore.

Berdasarkan perhitungan tersebut, menurut Syarif kemungkinan besar awal bulan Syawal jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Namun, dirinya mengingatkan bahwa keputusan akhir masih menunggu pengumuman resmi dari PBNU.

“Tetap menunggu keputusan, kita menunggu pengumuman dari PBNU,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS