Sistem Fingerprint Cepat dan Mudah Tingkatkan Kualitas Layanan Kepada Peserta JKN

Pelayanan kepada peserta JKN.SUARAKALBAR.CO.ID/BPJS Kesehatan.

Pontianak (Suara Kalbar)– Sistem fingerprint dinilai sangat membantu dalam pemberian layanan kepada peserta JKN. Cegah terjadinya fraud dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Gretha Novianti (37) Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di suatu Klinik Utama Khusus Mata yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mengatakan salah satu tantangan adalah fraud terkait penggunaan Kartu JKN oleh orang lain yang bukan hak/pemiliknya.

Dikatakan Gretha, sebagai petugas memang harus melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada peserta yang akan mendapatkan layanan kesehatan. Namun kemungkinan human eror tetap ada mengingat jumlah peserta yang datang tidaklah sedikit.

“Nah untungnya sekarang BPJS Kesehatan sudah menerapkan sistem fingerprint. Hal ini sangat membantu dalam pemberian layanan kepada peserta JKN. Tahap awal memang kita minta dulu pasien melakukan perekaman data melalui sidik jari membutuhkan waktu sekitar 1-2 menitan. Kunjungan selanjutnya peserta cukup melakukan scan finger maka datanya otomatis terbaca dan tervalidasi akurat,” tutur Gretha.

Gretha menambahkan melalui sistem fingerprint ini akan memudahkan bagi fasilitas kesehatan karena dapat mempersingkat waktu dalam penginputan data peserta. Setelah melakukan finger data pasien yang sudah terekam sebelumnya akan muncul di sistem, tanpa perlu lagi dilakukan input manual.

Tidak hanya fasilitas kesehatan, peserta juga diuntungkan dengan sistem finger karena peserta JKN tidak perlu khawatir kepesertaannya disalahgunakan oleh orang lain, selain itu waktu tunggu juga menjadi lebih singkat.

Diungkapkan Gretha, 90 persen pasien yang berkunjung di klinik tempatnya merupakan peserta JKN. Saat ini satu hari klinik tersebut bisa melayani rata-rata hingga 100 pasien JKN.

Jika validasi kepesertaan dilakukan secara manual maka tentu saja akan memperlambat dan membuat antrean membludak. Akhinya membuat peserta merasak tidak nyaman mengakses layanan begitu juga dengan petugas karena kewalahan dengan ramainya antrean.

“Dengan fingerprint semua teratasi, layanan berjalan lancar setiap harinya, kami sangat berterima kasih dengan adanya sistem ini semoga kedepan BPJS Kesehatan tetap terus memberikan inovasi terbaik yang memudahkan baik bagi pemberi dan pengguna layanan JKN,” lanjut Gretha.

Hal senada juga disampaikan seorang peserta JKN segmen mandiri yang telah menggunakan fingerprint yaitu Wati. Menurutnya sistem fingerprint sangat membantu karena Dia tidak perlu repot lagi menyiapkan berkas-berkas.

“Setelah mendapat rujukan dari puskesmas, di klinik ini kita cukup mencocokan sidik jari selanjutnya kita bisa berobat dengan lancar, ” ujar Wati.

Selain fingerprint, Wati juga memanfaatkan kemudahan lainnya saat akan berkunjung ke fasilitas kesehatan, yaitu pendaftaran antrean online yang bisa diakses melalui ponsel. Baginya memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan sangat memudahkan.

“Kita sama-sama tahu ya kalau peserta JKN itu ramai sekali, menggunakan layanan digital merupakan salah satu cara agar kita dapat mengakses layanan dengan mudah dan praktis. Seperti kunjungan ke fasilitas kesehatan sekarang bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN fitur antrean online, sehingga antrean berapa kita sudah tau dan bisa memperkirakan jam berapa akan berkunjung sampai di faskes kita sudah tidak terlalu lama lagi mengantre, ” jelasnya.

Selain fitur antrean online Wati juga biasa memanfaatkan fitur-fitur lainnya seperti akses kartu digital, informasi terbaru tentang Program JKN, mengakses informasi lokasi fasilitas kesehatan, bahkan pengaduan layanan juga bisa diakses di Mobile JKN.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS