Banjir Mulai Rendam Sejumlah Desa di Kapuas Hulu, Warga Diminta Waspada

Banjir di kawasan Teluk Barak Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, banjir juga merendam beberapa desa dan kecamatan di wilayah tersebut. ANTARA

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir besar.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, menyampaikan imbauan ini dengan mengingat intensitas curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan Sungai Kapuas meluap.

“Kami minta warga agar siaga terhadap banjir besar, karena intensitas curah hujan tinggi dapat mengakibatkan Sungai Kapuas meluap,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(6/12/2023).

Menurut Gunawan, beberapa desa dan sejumlah dataran rendah di Kabupaten Kapuas Hulu sudah terendam banjir, yang terjadi sejak Kamis (30/11/2023).

Meskipun kondisi banjir pasang surut, kata dia, melihat kondisi debit air Sungai Kapuas saat ini yang tinggi tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2021 lalu.

“Sebetulnya sudah beberapa desa dan kecamatan terendam banjir, kami masih mengumpulkan data,” kata Gunawan.

Dari pantauan BPBD Kapuas Hulu saat ini banjir telah merendam daerah Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir, Desa Tanjung Jati, dan daerah hulu sungai di Kecamatan Putussibau Selatan.

“Daerah Teluk Barak kedalaman air diperkirakan kurang lebih mencapai 1,5 meter,” ucapnya.

Di Kecamatan Putussibau Utara banjir juga telah merendam daerah Mendalam, kawasan dalam kota seperti Dogom, Kampung Prajurit, dan Pantai Sibau.

Banjir juga merendam daerah sepanjang Sungai Kapuas, seperti Kecamatan Bika, Embaloh Hilir, dan Bunut Hilir.

“Sejumlah desa sudah terendam banjir, Debit air masih naik dan sampai saat ini kami masih menunggu data dari camat dan kepala desa,” katanya.

Menyikapi sejumlah daerah yang dilanda banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan mengatakan belum bisa menetapkan status bencana, karena terkendala data dari kecamatan dan desa.

“Sebenarnya kami mau menetapkan status tanggap darurat agar bisa mengeluarkan bantuan beras cadangan pemerintah, tetapi masih terkendala data dari kecamatan dan desa,” katanya.

Ia mengimbau camat dan kepala desa secepatnya mengumpulkan data terdampak banjir dan bencana alam lainnya, sebab data itu penting dalam mengambil langkah penanganan bencana.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS