Lansia Tenggelam saat Banjir Melanda Kapuas Hulu, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Kondisi banjir di Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan yang merendam akses jalan. Banjir juga merendam sejumlah dataran rendah lainnya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (28/11/2023). (ANTARA)

Kapuas Hulu (Suara Kalbar)- Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Antonius Akau dilaporkan tenggelam saat banjir melanda Desa Jongkong Manday, Kecamatan Bika, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu dan Basarnas Sintang sedang melakukan pencarian untuk menemukan korban.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, menyatakan menerima laporan dari Camat Bika pada pagi ini mengenai kejadian tersebut. Antonius Akau, berusia 87 tahun, pergi menggunakan perahu kecil dengan tujuan memetik daun kratom. Namun, karena kondisi arus air Sungai Manday yang deras akibat banjir, perahu korban diduga karam.

“Kami terima laporan dari Camat Bika pagi ini, satu orang warga Jongkong Manday dikabarkan tenggelam di sungai Manday,” katanya melansir dari ANTARA, Rabu(29/11/2023).

Untuk diketahui, saat ini sejumlah dataran rendah terutama daerah pesisir Sungai Kapuas di Kapuas Hulu dilanda banjir termasuk Kecamatan Bika, Teluk Barak, Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan dan juga di daerah Dogom Kecamatan Putussibau Utara.

Korban tenggelam tersebut bernama Antonius Akau berusia 87 tahun dan merupakan warga Dusun Manin Desa Jongkong Manday, Kecamatan Bika.

Peristiwa itu terjadi diperkirakan pada Senin (27/11/2023) sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban diketahui pergi menggunakan perahu kecil dengan tujuan hendak memetik daun kratom (purik). Namun, karena kondisi arus air Sungai Manday cukup deras karena kondisi banjir, perahu korban diduga karam.

“Warga hanya menemukan sisa barang korban dan dipastikan korban tenggelam karena perahu karam,” kata Gunawan.

BPBD Kapuas Hulu saat ini telah turun ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Basarnas Sintang dan kecamatan serta desa untuk menurunkan tim gabungan melakukan pencarian, mengingat Desa Jongkong Manday kondisi jaringan telekomunikasi cukup sulit.

“Kondisi banjir seperti ini arus sungai deras apalagi di Sungai Kapuas, dikhawatirkan korban terbawa arus cukup jauh, sehingga kami masih melakukan koordinasi terkait teknis pencarian,” katanya.

Terkait kondisi banjir di Kapuas Hulu, Gunawan mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan resmi dari pihak kecamatan dan desa.

“Kita tahu saat ini ada beberapa desa dan dataran rendah dilanda banjir, tapi belum ada laporan dari camat dan kepala desa padahal format laporan sudah jauh-jauh hari dan sering kali kami sampaikan,” jelas Gunawan.

Banjir yang saat ini terjadi di dataran rendah seperti Teluk Barak, Tanjung Jati dan daerah pesisir sungai Kapuas seperti Kecamatan Bika, Embaloh Hilir dan Bunut Hilir.

“Seharusnya pihak kecamatan dan desa melaporkan kondisi perkembangan bencana khususnya banjir di daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi banjir Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan, kedalaman air rata-rata 30 sampai dengan 60 centimeter.

Meskipun banjir berangsur surut, namun sejak Senin (26/11/2023) malam sampai dengan saat ini akses transportasi darat di jalan Kalimantan Teluk Barak terputus, bahkan satu sekolah di daerah itu diliburkan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS