Polres Ketapang Akan Bongkar Makam Bocah yang Diduga Alami Penganiayaan

Makam bocah perempuan berusia 7 tahun di Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang. Bocah perempuan malang itu ditemukan terapung di belakang rumah orang tua asuhnya pada 23 November lalu. Belakangan Polisi menduga korban meninggal tak wajar dan akan membongkar makam ini untuk keperluan autopsi. SUARAKALBARE.CO.ID/HO-Suaraketapang]

Ketapang (Suara Kalbar) – Polres Ketapang memastikan akan membongkar makam bocah perempuan berusia 7 tahun yang ditemukan meninggal dunia mengapung di belakang rumah orang tua asuhnya di Kecamatan Sandai, pada Kamis, 23 November lalu. Pembongkaran ini akan dilakukan untuk keperluan autopsi oleh tim forensik, menyusul dugaan bahwa kematian korban terjadi dengan cara yang tidak wajar.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang, AKBP Tommy Ferdian, menyampaikan bahwa rencananya autopsi akan dilakukan dalam waktu dekat oleh dokter ahli forensik untuk memastikan penyebab kematian dan kebenaran adanya dugaan penganiayaan atau kekerasan yang dialami korban.

“Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang sudah mulai melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap saksi-saksi, termasuk orang tua asuh almarhum,” katanya dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/11/2023).

Tommy menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil orang tua asuh dan orang tua kandung korban untuk pertemuan. Dari pertemuan tersebut, orang tua kandung menginginkan dilakukannya penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyiksaan terhadap korban. Orang tua kandung juga setuju untuk melakukan autopsi terhadap jenazah anak mereka.

“Pihak orang tua kandung meminta penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyiksaan terhadap almarhum. Mereka juga setuju untuk melakukan autopsi terhadap jenazah anak mereka,” ungkap Tommy.

Tommy menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap orang tua asuh korban telah dilakukan di Polsek Sandai, dan rencananya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan secara intensif di Polres Ketapang. Saat ini, kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS