Landak  

Komunitas Kasih Dalam Perbuatan Salurkan Bantuan Sosial di Landak, Kunjungi 2 Pria Paruh Baya Hidup Sebatang Kara

Komunitas kasih Dalam perbuatan mengunjungi salah satu warga yang hidup dalam keadaan sebatangkara di Kampung Rakin, desa Menjalin, Kabupaten Landak, Jumat (24/11/2023). Mereka adalah Idin dan Apit.[Susanto Tan for Suarakalbar.co.id]

Landak (Suara Kalbar) Komunitas Kasih Dalam Perbuatan menggelar aksi kemanusiaan dengan mengunjungi warga yang hidup dalam kondisi sebatangkara di Kampung Rakin, Desa Menjalin, Kabupaten Landak pada Jumat (24/11/2023).

Sejumlah relawan yang tergabung dalam komunitas tersebut memberikan bantuan kepada dua warga renta, yakni Idin yang berusia 63 tahun, dan Apit yang berusia 60 tahun.  Keduanya dikenal hidup dalam keterbatasan, tinggal di rumah yang jauh dari standar layak, bahkan terletak di hutan tanpa penerangan listrik.

Ketua Komunitas Kasih Dalam Perbuatan, Susanto menceritakan bahwa kondisi kedua beradik ini sungguh mengharukan, tinggal di pondok yang tidak layak huni, jauh dari keramaian masyarakat, dan tanpa fasilitas dasar seperti listrik.

“Kami ke Menjalin, Kabupaten Landak, di Kampung Rakin. Kami bertemu dengan Kakek Idin, yang berusia 63 tahun, dan Kakek Apit, yang berusia 60 tahun. Mereka adalah dua beradik yang hidup sebatangkara di pondok yang tidak layak huni, jauh dari keramaian warga, tepatnya di hutan tanpa penerangan listrik. Dapur pun sungguh tidak layak,” kata Santo kepada Suarakalbar.co.id, Jumat.

Lebih lanjut, Santo menyampaikan bahwa saat kunjungan, mereka menemukan bahwa Kakek Apit sedang mengalami sakit di bagian punggung, bahkan kondisi tulangnya sudah mulai membungkuk. Dalam rangka membantu meringankan beban kedua warga ini, Relawan Kasih Dalam Perbuatan memberikan paket sembako sebagai bentuk dukungan.

Komunitas kasih Dalam perbuatan mengunjungi salah satu warga yang hidup dalam keadaan sebatangkara di Kampung Rakin, desa Menjalin, Kabupaten Landak, Jumat (24/11/2023). Mereka adalah Idin dan Apit.[Susanto Tan for Suarakalbar.co.id]
“Kakek Apit menderita sakit di bagian punggung, tulangnya sudah membengkok. Kami, Relawan Kasih Dalam Perbuatan, memberikan sedikit paket sembako kepada kedua beradik ini yang tinggal di Desa Menjalin,” ujarnya.

Tak hanya itu, Santo juga menggambarkan kondisi tempat tinggal kedua beradik ini, yang sangat jauh dari kata layak. Mereka tinggal di gubuk yang tidak memenuhi standar hunian, tanpa listrik, dan alat dapur yang layak. Bahkan, lantainya hanya beralaskan tanah, dan dindingnya berlapis bambu.

“Dua beradik hidup sebatangkara, tidak berpendidikan, di gubuk yang tidak layak huni, tanpa listrik, dan alat dapur yang layak. Lantainya beralaskan tanah, dindingnya berlapis bambu,” ungkap Santo.

Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai panggilan untuk lebih banyak bantuan dari masyarakat luas.

Komunitas Kasih Dalam Perbuatan berharap agar perhatian terhadap kondisi keluarga ini dapat memicu aksi solidaritas lebih lanjut, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih layak dan mendapatkan akses ke fasilitas dasar yang seharusnya mereka miliki.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS