Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian Kunker ke Posyandu Pelangi Ceria Kota Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar)- Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian bersama Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dan Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson, laksanakan Kunjungan Kerja ke Posyandu Pelangi Ceria Kota Pontianak, Kamis (09/11/2023).
Turut hadir di Posyandu Pelangi Ceria yakni Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar, Penjabat Ketua DWP Provinsi Kalbar, TP PKK Provinsi Kalbar, TP PKK Kota Pontianak, Kader Posyandu, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Baduta serta Remaja Putri.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Ketua Umum PKK, Tri Tito Karnavian yang sudah hadir di Kalimantan Barat dan Kalimantan Barat termasuk Provinsi yang ibu pilih untuk ibu kunjungi. Saya mohon bimbingan dari ibu dalam rangka meningkatkan kesehatan, kesejahteraan bagi Balita, Ibu Hamil dan ibu menyusui yang ada di Kalimantan Barat,” ucap Pj Gubernur Kalbar.
Dijelaskan Harisson, jumlah Posyandu di Provinsi Kalimantan Barat berjumlah 5508 Posyandu. Di mana untuk Posyandu Pelangi Ceria ini sekarang dibina oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak dan di bawah pembinaan Tim Penggerak PKK Provinsi terhadap Posyandu tersebut.
“Untuk Kalimantan Barat stunting kami masih di angka 27,8 persen dan untuk Kota Pontianak sudah 19,7 persen. Target kita untuk stunting 2024 di angka 14 persen,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melaksanakan kesepakatan bersama organisasi wanita yang ada di Kalimantan Barat guna meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dalam peningkatan pola asuh.
Sementara itu, Ketua Umum PKK, Ny. Tri Tito Karnavian mengatakan bahwa selain sebagai Ketua PKK Wilayah juga sebagai Ketua Posyandu. Dirinya menegaskan bahwasanya Kader PKK merangkap sebagai kader Posyandu dan selama ini dikenal Posyandu hanya melayani pelayanan kesehatan masyarakat saja, namun seyogyanya Posyandu dapat mengakomodir kegiatan – kegiatan positif lain dalam membina masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya nomenklatur baru, kita akan juga mempunyai program-program yang bisa menyentuh masyarakat melalui Posyandu dan tidak hanya melayani kesehatan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Terkait masalah stunting di Indonesia saat ini memang masalah isu nasional dan target Pemerintah di Tahun 2024 prevelensi dari stunting harus mencapai 14 persen di Tahun 2024.
“Tidak sampai satu tahun lagi untuk dicapai tahun 2024, apakah ini bisa dicapai atau tidak target ini ya tergantung kita sendiri. Sebetulnya penyebaran anak-anak yang menderita stunting ini kan tidak dalam satu lokus sampai satu kelurahan ada 2000, mungkin satu kelurahan ada 15 nah padahal ini secara logika, masa sih Penggerak PKK ataupun Perangkat di kelurahan, desa tersebut tidak bisa mengatasi jumlah anak-anak yang menderita stunting,” jelasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






