Gegara ‘Penumpang Gelap’, KPU Kalbar Dilaporkan ke Ombudsman RI

Sudianto Nursasi, Direktur Advokasi Indonesia Justice Watch (IJW). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat dilaporkan ke Ombudsman RI terkait dugaan penyimpangan prosedur dalam Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Mempawah periode 2023-2028.

Terkait dengan laporan tersebut, Ombudsman RI melalui Ombudsman Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dikabarkan telah meminta klarifikasi ke KPU Kalbar pada Senin (6/11/2023) lalu.

Hal itu terungkap dari Surat Ombudsman Perwakilan Kalbar Nomor T/770/LM.15/0159.2023/XI/2023 tertanggal 6 November 2023.

Dalam surat tersebut, saat proses klarifikasi dilakukan, Ombudsman juga meminta KPU Kalbar untuk turut menghadirkan Panitia Seleksi Calon Anggota KPU Mempawah periode 2023-2028.

Adanya surat Ombudsman Perwakilan Kalbar untuk meminta klarifikasi ke KPU Kalbar ini direspon positif oleh Sudianto Nursasi, Direktur Advokasi Indonesia Justice Watch (IJW).

Sudianto menegaskan, langkah Ombudsman Perwakilan Kalbar ini mesti diapresiasi guna mengungkap dugaan penyimpangan prosedur dalam Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Mempawah, khususnya berinisial NM.

“Sejak awal, keikutsertaan NM dalam proses seleksi memang sangat mencurigakan. NM yang awalnya tak lolos seleksi Anggota KPU Kabupaten Sambas, tiba-tiba saja berdomisili di Mempawah dan mendaftar sebagai calon Anggota KPU Mempawah,” ujarnya.

Wajar dengan mulusnya proses seleksi terhadap NM ini menuai protes dari berbagai kalangan di Kabupaten Mempawah.

Sebab NM diduga punya bekingan kuat, dan diduga menghalalkan segala cara hingga akhirnya bisa lolos 10 besar sebagai calon anggota KPU.

“Tak heran jika NM kita akhirnya kita sebut-sebut sebagai ‘pemain naturalisasi’ atau bahkan ‘penumpang gelap’ di proses Seleksi Anggota KPU Mempawah periode 2023-2028,” tegasnya.

Sudianto selanjutnya berharap Tim Ombudsman Kalbar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar polemik terkait NM ini dapat dituntaskan dan tidak berlarut-larut lagi.

“Kami di IJW akan terus memantau proses seleksi Anggota KPU Mempawah. Sebab figur-figur yang menjabat sebagai komisioner ke depan harus berintegritas, beretika dan tidak cacat hukum!” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS