Pontianak Sabet Juara, Faskes Kategori Praktik Dokter Gigi Perorangan Paling Berkomitmen
Pontianak(Suara Kalbar) – Dalam pertemuan nasional fasilitas kesehatan Program JKN tersebut faskes asal Pontianak kategori dokter gigi berhasil menjadi juara kedua tingkat nasional sebagai faskes berkomitmen meningkatkan mutu layanan Program JKN yaitu Dokter Gigi Nuzulisa Zulkifli, penghargaan tersebut langsung diterima oleh Drg. Nuzulisa Zulkifli di Jakarta.
Menanggapi hal tersebut Dr. Carlos Djaafara selaku ketua PERSI Provinsi Kalimantan Barat yang juga turut hadir menyaksikan secara online di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, mengapresiasi keberhasilan dari dokter Nuzulisa yang patut dicontoh oleh faskes-faskes lainnya
“Sampai kapanpun mutu layanan kesehatan harus kita tingkatkan, seluruh fasilitas kesehatan harus menyempurnakan layanannya. Salah satunya melalui akreditasi fasilitas kesehatan, jika belum mencapai paripurna tidak masalah asalkan komitmen dan konsistensinya terus dikejar sehingga terlihat peningkatannya menjadi semakin baik,”kata Carlos, Senin (2/9/2023).
Ia menambahkan peningkatan mutu layanan kesehatan itu tidak harus faskesnya mewah atau peralatannya canggih, akan tetapi komitmennya yang terus ditingkatkan guna memberikan layanan dan fasiitas yang mewah akan tetapi mutu itu adalah layanan yang sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang dilaksanakan secara konsisten. Jangan sampai ada perbedaan layanan, ia mengatakan layanan Program JKN harus setara.
Sementara itu pemangku kepentingan Program JKN perwakilan dari Dinas Kesehatan Rizky Rachmat Akbar selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengatakan apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan RI Muhadjir Effendy bahwa kita wajib menciptakan layanan Program JKN yang Mudah, Cepat dan Setara.
“Saya rasa ini merupakan hal yang positif untuk layanan kesehatan dalam pelaksanaan Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Untuk mewujudkan mutu layanan kita harus lihat dari semua aspek baik aspek input seperti Sumber Daya, Sarana Prasarana, Alat Kesehatan SDM Kesehatan, termasuk nanti di proses-proses layanan yang harus sesuai dengan SOP dan ujungnya atau outputnya adalah peningkatan kepuasan Masyarakat,” tutur Rizky.
Ia menambahkan dengan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan kita harapkan mutu pelayanan kesehatan Program JKN semakin meningkat. Sebagai pemangku kepentingan kita juga harus memberikan akses pelayanan kesehatan mudah, cepat dan setara. Kita juga didorong untuk seluas-luasnya meningkatkan akses karena tantangan kedepan adalah supply yaitu bagaimana kita menyediakan akses fasilitas kesehatan seluas-luasnya untuk dapat diakses oleh Masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





