SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Menteri Investasi Bicara dengan Warga Pulau Rempang Terkait Relokasi

Menteri Investasi Bicara dengan Warga Pulau Rempang Terkait Relokasi

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) Bahlil Lahadalia saat menemui warga Rempang yang masih menolak untuk pergeseran atau relokasi, Jumat (6/10). (ANTARA)

Suara Kalbar – Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN), Bahlil Lahadalia, melakukan dialog dengan warga Kampung Tanjung Banun di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, terkait relokasi, pada Jumat (6/10/2023).

Bahlil memberitahu warga tentang kompensasi yang akan mereka terima jika bersedia untuk digeser atau direlokasi. Ia menjelaskan bahwa hal ini adalah perintah langsung dari Presiden untuk memberikan hak-hak kepada warga yang terdampak.

“Ini perintah langsung dari Bapak Presiden, untuk memberikan hak-haknya kepada warga di sini yang terdampak. Saya tidak mungkin mau merugikan Bapak Ibu sekalian secara besar,” ujarnya kepada warga dalam keteranga, Sabtu (7/10/2023).

Dia menyebutkan, selain memberikan rumah dengan harga Rp120 juta, lahan seluas 500 m2, mengganti tanaman, mengganti keramba dan sampan warga, Menteri Bahlil juga berjanji akan mengganti lahan perkebunan milik warga.

Dia menjelaskan, apabila ada warga memiliki lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 m2 sampai satu hektar, akan diganti dengan uang tunai sebesar Rp30 juta.

“Kalau ada warga yang memilik lahan perkebunan yang luasnya di atas 5.000 meter persegi sampai satu hektar, akan kami bayar Rp30 juta. Di atas satu hektar itu diganti Rp50 juta,” katanya.

Dia juga akan membahas secara khusus aset-aset yang dimiliki warga, untuk bagaimana cara perhitungan ganti rugi.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pada tahapan relokasi tahapan pertama ini, sebanyak 70 persen warga Kampung Tua Pasir Panjang sudah bersedia di relokasi.

“Semua masih berjalan. Di Kampung Tua Pasir Panjang saja sampai sekarang sudah 70 persen masyarakat yang menerima,” jelasnya.

Usai berdialog, Menteri Bahlil juga sempat menemui warga yang melakukan aksi masih menolak pergeseran tersebut dan berdiskusi dengan beberapa perwakilan warga yang menolak.

Tidak ada kericuhan dalam aksi penolakan tersebut hingga Menteri Bahlil pergi meninggalkan lokasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan