GSMS di Pontianak Dorong Kreativitas Pelajar SD dan SMP
Pontianak (Suara Kalbar)- Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Kota Pontianak dinilai berhasil dalam membentuk jiwa kreativitas pelajar SD dan SMP. Pada tahun 2023, lebih banyak karya seni yang dihasilkan oleh peserta didik melalui latihan bersama 20 seniman. Hasil karya ini dipamerkan dalam acara Pesona Khatulistiwa di Gedung Pontianak Convention Center.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi acara ini dan menyatakan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan oleh seniman dalam GSMS dapat memunculkan rasa cinta belajar pada anak-anak. Ia percaya bahwa GSMS memberikan momentum bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat seni mereka dalam kehidupan sehari-hari.
“GSMS ini menjadi momentum bagi anak-anak kita menampilkan bakat seni di dalam kegiatan sehari-hari. Kita setiap tahun mengadakan festival seni serupa, dan seperti kita ketahui pelajar Kota Pontianak mengukir prestasi di tingkat nasional,” terangnya dalam keterangan yang diterima Kamis (14/9/2023).
Ragam budaya yang ada di Kota Pontianak memiliki nilai-nilai luhur yang patut diteladani. Para senimanlah yang melestarikan nilai-nilai itu melalui karya-karyanya. Berkembangnya teknologi harus selaras dengan pertumbuhan kearifan lokal dalam kehidupan generasi selanjutnya, khususnya di Kota Pontianak. Kata Edi, kehadiran seniman menyeimbangkan pola pikir anak.
“Selain bakat seni yang diasah dari latihan, apalagi tadi teman-teman seniman mulai dari seni tari, lukis, musik dan lainnya, ini salah satu kolaborasi sangat baik. Nanti kita akan melibatkan fakultas seni Universitas Tanjungpura,” imbuhnya.
Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan sangat bergantung pada sumber daya manusia. Setiap sektor memerlukan tingkat SDM yang mumpuni. Untuk itu, Edi mengajak guru-guru agar selalu memberikan kesempatan bagi peserta didik mengembangkan bakatnya.
“Saya harap SDM anak-anak Pontianak bisa meningkat melalui GSMS,” paparnya,
Kepala Disdikbud Kota Pontianak Sri Sujiarti menjelaskan, GSMS merupakan program yang dicanangkan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Setiap tahunnya, setiap sekolah akan menampilkan hasil GSMS lewat pentas seni, seperti Pesona Khatulistiwa, yang dihelat hari ini dan besok di Gedung PCC.
“Tujuan kegiatan untuk menumbuhkan minat dan bakat peserta didik di bidang seni budaya, menjalin kerjasama dengan seniman dan menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mencerdaskan dan menguatkan,” terangnya.
Sri melanjutkan, agenda Pesona Khatulistiwa dibebankan kepada APBN untuk program GSMS dan APBD untuk pentas seni Pesona Khatulistiwa. Agenda yang diikuti 6 SMP dan 14 SD se-Kota Pontianak. Adapun materi penampilan terdiri dari 9 sekolah menampilkan tarian tradisional, 5 sekolah musik tradisional 1 sekolah menampilkan seni pantomim 4 sekolah seni lukis dan akrilik, 1 sekolah menampilkan seni rupa.
“Hari kedua akan ditampilkan juara FLS2N pendampingan dengan kategori kreasi musik tradisional oleh SMP Negeri 3 dan SMP Asisi Fransiskus Pontianak,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






