Menaker Ida Fauziyah: Banyak Mahasiswa Indonesia Pindah Kewarganegaraan di Luar Negeri
Suara Kalbar -Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, telah mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena terbaru yang menyaksikan banyaknya mahasiswa Indonesia yang memilih untuk pindah ke luar negeri dan mengambil kewarganegaraan di sana. Menurutnya, sangat diharapkan para mahasiswa ini nantinya dapat kembali ke tanah air mereka dan berkontribusi dalam membangun bangsa sesuai dengan keahlian dan kompetensinya masing-masing. Apalagi jika mereka merupakan penerima beasiswa dari negara.
Menurut Menaker Ida, ada peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa ini melalui program pengembangan talenta muda yang telah disusun oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Melalui program ini, Kemnaker berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dari generasi millenial dan generasi Z, dengan menghadirkan berbagai program seperti Talent Scouting, Talent Fast, Talent Corner, dan Talent Class.
“Platform ekosistem digital Layanan Ketenagakerjaan yang dapat diakses PPI dunia seperti skillhub untuk peningkatan kompetensi, sertihub untuk sertifikasi, karirhub untuk lowongan pekerjaan hingga Bizhub untuk menjadi wirausahawan dengan koneksi ke pelatihan, mentoring, jaringan usaha dan pembiayaan,” ujar Ida Fauziyah saat menjadi keynote speaker webinar ‘Kembali ke Tanah Air Pasca Studi’ yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Jakarta, melansir dari Suara.com–Jaringan Suarakalbar.co.id, Senin(17/7/2023).
Ida Fauziyah menambahkan kesempatan dan peluang kerja bagi PPI dunia juga akan semakin luas seiring perbaikan
regulasi dan fokus pemerintah untuk perluasan kesempatan kerja di semua bidang. Terlebih, saat ini, banyak lowongan khusus di BUMN maupun PNS bagi diaspora dan pelajar serta mahasiswa yang menuntut ilmu di luar negeri.
“Semua ini dilakukan pemerintah agar talenta terbaik bangsa yang ada di luar negeri mau kembali untuk ikut membangun negeri, ” katanya.
Pemerintah, lanjut Ida Fauziyah, tak mampu menghalangi seseorang unuk menentukan pilihan hidupnya, berkarya dan tinggal. Namun akan lebih baik jika bersama-sama membangun bangsa Indonesia menjadi lebih maju.
“Pemerintah juga terus memperbaiki sistem kesejahteraan di semua bidang, termasuk di bidang ketenagakerjaan dan pendidikan, ” ujarnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






