Validasi Data dan Peralatan Kesehatan Penunjang Turunnya Stunting di Kalbar
Pontianak ( Suara Kalbar) – Meski penurunan stunting terus dilakukan dengan berbagai cara, hal tersebut tidak membuat Pemerintah Kalbar berhenti berinovasi, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyebut Dalam penanganan stunting, penekanan pertama mesti validasi data seperti by name by address.
Sehingga ketika memiliki data lengkap, Pemerintah sudah tahu sasarannya dan intervensinya bisa tepat. Seperti keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, dan memiliki anak stunting perlu dipantau,Selain data valid. Kelengkapan peralatan menjadi sesuatu yang dinomor satukan.
“Karena dengan memiliki peralatan lengkap, petugas di lapangan juga dapat menjalankan tugasnya dengan mudah. Seperti pemeriksaan USG, kemudian beberapa pengecekan kesehatan lainnya ini mesti dilengkapi dengan peralatan memadai. Jika peralatan tidak lengkap bagaimana parameter ukurnya. Akhirnya tugas teman-teman menjadi sia-sia,” kata Gubernur Kalbar
Sutarmidji menjelaskan peran penting lainya adalah pemberian sosialisasi tentang stunting kepada masyarakat mesti dilakukan berkelanjutan. Harapannya, agar masyarakat luas tahu apa itu stunting. Jika semuanya sudah dilakukan, Midji optimis bahwa angka stunting bisa turun di Kalbar.
“Saya menyarankan agar ke depan parameter ukur desa mandiri dapat ditambahkan satu indikator. Yaitu tentang stunting. Jikapun item tersebut tidak bisa paling tidak indikator desa di bidang kesehatan bisa langsung merujuk pada tingkat stunting di daerah tersebut. Jika dalam parameter kemajuan desa mencantumkan indikator stunting, dirasa Midji secara tak langsung penanganan stunting juga akan diupayakan turun disetiap desa tersebut,” paparnya.
Sementara itu Kepala BKKBN Kalbar, Pintauli Romangasi Siregar menambahkan bahwa belum lama ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kalbar. Pada pertemuan tersebut, untuk mengetahui data stunting by name by address di Kalbar. Di BKKBN sendiri, memiliki data beresiko stunting. Data itu hasil dari Pendataan Keluarga 2022 serta pemantauan Ibu hamil
“Soal kelengkapan alat sebagai alat ukur parameter, dari kemauan Gubernur juga sudah disampaikan ke Dinkes. “Sudah kami sampaikan juga ke Dinkes. Alat ukur apa saja yang digunakan sehingga jelas pengukurannya. Tapi target awal kita tentu data stunting ini,” ungkapnya.
Ke depan koordinasi dengan Dinkes akan terus dikuatkan. Karena dalam penanganan stunting ke dua lembaga ini harus saling melengkapi.
Pinta menambahkan, Gubernur juga meminta agar kolaborasi desa mandiri dalam penanganan stunting dapat menampilkan indikator penanganan stunting. Jika memang bisa dikolaborasikan tentu akan lebih baik lagi.
” BKKBN juga memiliki program Kampung KB. Jika desa mandiri bisa disinergikan dengan Kampung KB, percepatan penurunan stunting akan bisa lebih cepat. Utamanya di Kalbar,” tutupnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





