Anggota DPRD KKU Berikan Kritik Tajam Pembangunan SD Negeri 32 Jelutung di Kayong Utara

Anggota DPRD Dapil Simpang Hilir, Abdul Zamad, di ruang rapat gedung DPRD, Sukadana, Senin, (29/5/2023).[HO-Prokopim KKU]

Kayong Utara (Suara Kalbar)- Anggota DPRD Kayong Utara Abdul Zamad memberikan kritikan tajam kepada Dinas terkait terhadap pembangunan yang belum ada kelihatan hingga mendekati akhir tahun 2023 di Kayong Utara. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Dapil Simpang Hilir, Abdul Zamad, di ruang rapat gedung DPRD, Sukadana, Senin, (29/5/2023).

“Dari Dinas PU rapat kerja Komisi II yang disampaikan kepada saya, saya merasa kecewa, yang sifatnya swakelola, apa saja program yang akan dibangun. Saya sudah memperjuangkan itu, dari Kabupaten Ketapang sampai mekar jadi Kabupaten Kayong Utara, Pemda secara utuh tidak menganggarkan jalan Kabupaten Kayong Utara, khususnya Desa Sungai Mata-mata, Jalan Tanjung Pelanduk,” terangnya.

Dirinya berharap kepada semua Dinas terkait agar segera menganggarkan pembangunan di Kabupaten Kayong Utara pada Tahun 2023.

“Kalau memang dana DAK itu agak susah menunggu anggaran dari pemerintah pusat, kita ada dana APBD DAU. Kalau sifatnya lelang mungkin sedikit tertunda, namun program-program Pokir Dewan itu segera,” tuturnya.

“Kenapa program-program kami yang sudah kami sampaikan ada yang masuk dan ada yang tidak, saya hari ini berkata dalam rapat kerja Pimpinan DPRD bersama Komisi yang sudah disepakati oleh Pemerintah Daerah dan DPRD jangan sampai ada yang kurang,” tambahnya Abdul Zamad.

Lebih lanjut, Zamad juga mengatakan kepada Kadis Pendidikan agar segera membangun SD Negri 32 Jelutung, Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

“Kepada Dinas Pendidikan akan dibangun SDN 32 Jelutung. Gelombang tidak ada, tau-tau bangunan dibawah itu roboh semuanya. Saya minta kepada Dinas Pendidikan kalau barang ini tidak dibangun, maka masyarakat (Jelutung, red) mengklaim tidak akan di sekolahkan. Khawatir kalau di sekolahkan di tenda, pada saat jam istirahat masuk keluar yang roboh itu takut menimpa siswa-siswa,” cecar Zamad.

“Jadi saya minta kepada Dak Kadis betul-betul ditangani, tahun ini harus dibangun namun anggaran belum disebutkan, ini untuk kepentingan kita bersama 6 lokal itu sudah roboh semua itu,”pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS